Terus Dipojokkan, Hadi Tugur Menjawab

520

demounirowkabartuban.com – Rektor Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, Hadi tugur menjadi target sasaran kemarahan mahasiswa dan sejumlah pihak yang kecewa dengan non aktifnya Unirow. Dalam mimbar bebas yang digelar di lapangan wisuda Unirow, berualang kali mahasiswa yang orasi menyebut sang Rektor Hadi Tugur yang saat itu idak hadir dalam kegiatan, Kamis (30/7/2015).

“Rektor Unirow adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas masalah ini, tapi dimana sekarang?” teriak mahasiswa dengan kesal karena ketidakhadiran Tugur.

Menyikapi hal tersebut, Pembantu Rektor (PR) I Marita Ika Joisidawati mengatakan bahwa saat ini rektor Unirow sedang berada di Jakarta untuk mengurus supaya kampus Unirow aktif.

Mahasiswa tidak lantas puas, mereka menjadi jengah, lantaran timbul persepsi bahwa Hadi Tugur sengaja menghindar dari mahasiswa yang hendak meminta pertanggungjawabannya di depan civitas akademika.

Tidak hanya itu, mahasiswa yang menggelar mimbar bebas saat itu juga menuding Hadi Tugur telah melakukan nepotisme. Tudingan tersebut didasarkan pada fakta jabatan Kepala Prodi (Kaprodi) FKIP PGSD yang dijabat oleh istrinya sendiri, yaitu Susilowati yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala SD Negeri Baturetno Tuban.

Korlap aksi, Nabrisi Rohid mahasiswa FKIP Prodi Matematika 2011 mengatakan, “ini merupakan bentuk dari KKN yang dilakukan oleh pak Tugur, jadi kami minta para senat untuk memilih rektor yang baru,” ungkapnya.

“Kami harap senat secepatnya menggelar rapat terbuka dan menentukan Rektor yang baru, karena pak Tugur telah cacat hukum,” tambahnya.

Sementara itu, gelombang kekecewaan terhadap Rektor Unirow Hadi Tugur juga menyebar di sosial media. Sejumlah akun mengunggah gambar – gambar “meme” yang bernada kecewa kepada Hadi Tugur dengan latar belakang foto sang Rektor. Status dan komentar dari sejumlah akun yang memojokkan Hadi Tugur pun terus bermunculan.

Dalam keadaan kampus Unirow yang sedang goncang tersebut, di tengah tekanan terhadap pihak kampus dan khususnya Rektor Hadi Tugur, dan pada saat sejumlah mahasiswa mempertanyakan keberadaannya pada audiensi dan mimbar bebas di kampus dimana Rektor tidak menampakan dirinya, Hadi Tugur menyebarkan short message service (sms) dan BlackBerry Messenger (bbm), Jum’at (31/7/2015), yang isinya ;

“Hasil konsultasi Rektor ke dikti: 1.Yang dinonaktifkan itu sistem pelaporan on line bukan lembaganya, untuk sementara karena ada persoalan 2. Persoalan unirow? Rasio yang mestinya di bawah 100 unirow masih 110. Solusinya? Berkas persyaratan dosen yg akan diusulkan nidn dilengkapi dan dimintakan rekomendasi kopertis lalu diserahkan dikti. Unirow menyiapkan 32 dosen. 16 sudah lengkap lainnya menunggu kelengkapan krn pindahan dari pts lain, ijasahnya baru keluar agustus 2015, studi lanjut 3 orang. Insyallah akan diaktifkan lagi dalam waktu yg sesingkatnya.3. Statemen kopertis di jatim pos: tiga pts di jatim yg kena: unp kediri ikip pgri jember ikip budi utomo malang. Alhamd. Unirow tidak termasuk. MOHON MEMBANTU SOSIALISASIKAN!!! TKS.,”

Berdasarkan informasi yang diterima wartawan media ini, pihak mahasiswa yang melakukan audiensi dan mimbar bebas, akan kembali menggelar aksi pada tanggal 3 Agustus 2015. (im)