Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Gelar Sholat Ghoib

224

Tuban-20141119-03866kabaratuban.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Demokrat (LMND), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Persatuan Mahasiswa Ronggolawe (Permar), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), mengelar aksi demonstrasi bersama, menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Rabu (19/11/14).

Puluhan mahasiswa gabungan dari berbagai organisasi kemahasiswaan tersebut, tampak terlihat membagikan selembaran tentang penolakan kenaikan BBM, dan mengelar orasi dibundaran patung Letda Soetjipto.

“Ini semua pembodohan, saat Presiden Jakowi menyampakaikan kenaikan BBM adalah sebuah keharusan, tidak seharusnya pemerintah menaikan BBM dengan dalih, pengalihan subsidi, guna membangun fasilitas Negara” ungkap Nonok Ketua GMNI, disela-sela orasinya.

Lebih lanjut  Nonok meneriakan, Pemerintah bagian dari neoliberal “Rakyat sangat menderita atas kebijakan pemerintah menaikan harga BBM, terutama para petani dan nelayan”.

Para mahasiswa juga melakukan aksi pemotongan ayam, sebagai simbul semakin sengsaranya masyarakat atas kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM, dan akan disusul dengan kenaikan berbagai kebutuhan masyarakat.

“Pemotongan ayam tersebut kami simbulkan sebagai matinya atau menyengsarakan rakyat, karena kenaikan harga BBM akan membuat bahan pokok naik, Pemerintahan Jakowi – JK menyerahkan urat nadi kita kepada pihak asing, kami mohon usir semua mafia migas” terang Fathurrohman, Ketua PMII sekaligus koordinator aksi.

 

Selain memotong ayam dan membagikan selembaran, sejumlah mahasiswa mengelar sholat ghoib “Sholat Ghoib kami lakukan atas pembodohan pemerintah yang secara tidak langsung membunuh masyarakat tidak mampu”  pungkasFathurrohman.

Setelah melakukan orasinya di bundaran patung Letda Soejipto, para demonstran langsung berjalan menuju gedung dewan Kabupaten Tuban. Saat digedung dewan tersebut para demonstran yang ditemui ketua DPRD Kabupaten Tuban, Miyadi.

Saat didesak mengeluarkan stetmen pribadi oleh sejumlah mahasiswa, Miyadi mengutarakan “Saya tidak menolak atau menerima, tapi secara pribadi saya mendukung aksi kalian, tapi kalau saya didesak untuk mengeluarkan stetmen pribadi saya tidak bisa, karena secara tidak langsung saya membawah nama DPRD”.

“Terkait penolakan BBM yang kalian sampaikan, kami berharap ada tulisan kalian walau cuma satu lembar, untuk kita kirim kepemerintah pusat, agar prosesnya lebih cepat, saya tunggu besok. Kamis (20/11/14)”.

“Kami ingin bukti, aspirasi kami ditampung dimana disampaikan kepada siapa, dan dikirim kemana kita pengen tau itu” teriak salah seorang demonstran.

“Keputusan menaikan harga BBM adalah pebijakan dan keputusan pemerintah pusat, kami akan menyampaiakn aspirasi kalian, akan kita sampaikan kepusat, sesuai prosedur yang berlaku” pungkas Miyadi. (Pul)