Wabup : “Semakin Ditertibkan Harganya Semakin Mahal,”

kabartuban.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban mengaku kesulitan memberantas industri minuman keras (Miras) jenis Arak di Kabupaten berjuluk Bumi Wali ini.

Hal itu diungapkan Wakil Bupati Tuban, Ir.H.Noor Nahar Hussain,M.Si saat dikonfirmasi kabartuban.com terkait masih maraknya industri arak berdasarkan temuan petugas gabungan Saber Miras Kecamatan Semanding, beberapa waktu terakhir, bahkan terkesan semakin menjamur keberadaanya.

“Memang sulit, upaya-upaya pemberantaasan, kita sudah lakukan, namun masih ada saja yang produksi. Oleh karena itu, hal ini memerlukan kerjasama semua masyarakat,” kata Wabub (12/8/2017).

Menurut Wabub, dari informasi yang ia dapatkan, semakin ditertibkan dan diawasi, harga arak rupanya semakin mahal, sayangnya Wakil Bupati tidak menyebutkan detil sampai berapa setiap liternya harga mahal tersebut. Yang pasti lanjut dia, kondisi tersebut membuat produsen arak semakin tergiur dengan keuntunganya dan berupaya memproduksi dengan cara sembunyi-sembunyi.

“Arak ini semakin ditertibkan harganya semakin mahal, sehingga secara ekonomis meningkat untungnya kalau bisa produksi, makanya mereka sembunyi-sembunyi masih lanjut produksi,” ungkap Wabup.

Disampaikan, jika pemerintah sebenarnya juga sudah melakukan pembinaan bagi para produsen arak, namun pembinaan itu belum banyak berpengaruh terhadap para produsen.

“Penyadaran yang paling penting, sebab keuntungan produksi arak besar, jika kita minta beralih ke profesi lain mereka jadi ogah-ogahan,” papar Politisi asal PKB itu.

Sementara itu, Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, Agung Supriyanto, SH mengungkapkan, ancaman hukum bagi produsen arak di Tuban dianggaap belum berjalan dengan baik, ringanya hukuman membuat mereka tidak kapok meski beberapa kali tertangkap dan berurusan dengan petugas.

“Hukumannya ini harus berat, atau denda yang tinggi sekalian,” jelas Agung.

Disamping tindakan hukum lanjut Agung, pembinaan juga menjadi faktor yang tidak kalah penting untuk dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban.

“Karena erat kaitanya dengan urusan ekonomi, ya berikan pembinaan agar mereka dapat berusaha lain dalam rangka memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka,” pungkas Agung. (Luk)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya