kabartuban.com – Puluhan warga Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, berunjukrasa di kantor desa setempat, aksi mereka adalah untuk menolak rencana pembangunan pangkalan LPG di desa mereka.
Koordinator aksi, Rusdiono mengatakan warga menolak lantaran rencana pembangunan Pangkalan LPG hingga saat ini belum pernah disosialisasi.
“Kami meminta kejelasan kepada kepala desa, kalau mau dibangun pabrik LPG jelas kami tolak,” Rusdiono.
Menurut Rusdiono, warga tidak ingin ada pangkalan LPG dibangun dilingkungan mereka karena takut akan adanya bahaya dari aktifitas Pangkalan LPG.
“Dekat kampung, kami takut bahaya,” tambah Rusdiono.
Sementara itu, Sekretaris desa Remen, Tamtomo, pihak desa belum dapat memenuhi permintaan warga untuk berdialog dan meminta kejelasan atas rencana pembangunan Pangkalan LPG. Sebab Kepala Desa Remen masih berada diluar kota.
“Sekarang tidak ada dirumah, Kepala desa saya telfon dia bilang di Mojokerto, pak Kades datang hari Rabu,” ujar Tamtomo.
Dalam aksinya warga mengancam akan menunggu sampai kepala desa datang, sebab mereka beranggapan Sekdes hanya melindungi Kepala desa, dan keluar kota hanyalah alasan saja untuk menghindar dari warga.
“Kami gak terima alasan, pokoknya kami tunggu sampai datang,” teriak warga.(Hon)
