Warga Tolak Pelaku Mutilasi Kembali Ke Kampung Halaman

kabartuban.com – Warga dan tetangga Wusito (33), pelaku mutilasi Muhammad Arifin (6) Siswa kelas 1 SDN Tanggulangin II, Kecamatan Montong Tuban menolak kehadiran tersangka Wusito jika pulang kembali ke desanya.

Warga juga mengaku perbuatan tersangka sangatlah  kejam dan sadis di luar kewajaran. Karena menghabisi nyawa dengan sangat sadis serta khawatir pelaku dapat membahayakan keselamatan warga lainnya. Selain itu, warga juga memahami, jika tersangka Wasito tidak diproses secara hukum karena mengalami gangguan jiwa.

“Kita khawatir mas, kalau pelaku kembali ke tempat halaman, makanya kita tolak” kata Dani tetangga tersangka.

Diterangkan pula oleh Kepala Desa (Kades) Tanggulangin, Budiono sebelum mengalami gangguan jiwa dan membunuh korban, tersangka merupakan pemuda yang pintar mengaji. Bahkan sudah khatam Al Quran. Kejiwaan Wusito mulai tidak stabil ketika ditinggal mati ibunya, pada tahun 2011 lalu. Sejak saat itu Wusito sering mengamuk, dan juga sempat dipasung.

“Dulu Wusito anaknya baik mas, sempat ngajar ngaji anak-anak juga, Namun ketika di tinggal mati ibunya dia mengalami depresi dan sering mengurung diri di rumahnya” kata Kades Tanggulangin.

Sementara itu, pihak kepolisian saat dikonfirmasi hasil rekam media Wusito mengatakan kalau hingga saat ini tersangka masih berada di rumah sakit jiwa Menur Surabaya dan masih menjalani observasi atau tes kejiwaan yang dilakukan dokter Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya itu.

“Hasil tes kejiwaan pelaku belum keluar, karena pelaku masih menjalani observasi,” kata  Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polres Tuban, Iptu Rudi Zaeni, Kamis, (26/10/2017).

Selain itu, penyidik Polres Tuban juga masih mendalami kasus mutasi tersebut dengan telah selesai memintai keterang beberapa saksi-saksi. Selanjutnya, penyidik masih menunggu hasil rekam medis kejiwaan dari pelaku, guna memastikan apakah pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak.

“Sampai saat ini, kita masih menunggu hasil observasi dari pihak medis Rumah Sakit Surabaya untuk memastikan pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak,” tegas Iptu Rudi Zaeni.

Untuk diketahui, pelaku nekat menghabisi nyawa Muhammad Arifin yang merupakan tentanggnya sendiri dengan menggunakan cangkul dan balok kayu. Selanjutnya, kasus itu terungkap setelah warga dan orang tua Wasito mencium bau busuk didalam rumah pelaku.

Setelah itu, warga dan orang tuan tersangka melihat jasad korban yang masih mengenakan seragam sekolah berada di bawah tempat tidur rumah pelaku. Korban ditemukan dalam kondisi lengan kanan terpotong dan luka serius dibagian kepala dengan bercak darah sudah mengering.

Motif pelaku memutilasi korban sejauh ini juga belum di ketahui oleh anggota karena pelaku masih sulit di mintai keterangan lantaran diduga mengalami gangguan jiwa. Sehingga penyidik memastikan gangguan kejiwaan pelaku dengan membawa ke RSJ Menur Surabaya. (Dur)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya