Hujan Tak merata, Sebagian Wilayah Tuban Masih Krisis Air

kabartuban.com – Musibah kekeringan masih melandan sebagian wilayah di Kabupaten Tuban. Kendati beberapa hari terakhir beberapa daerah diguyur hujan, namun masih ada yang merasakan krisis air bersih.

Tercatat data dari BPBD Kabupaten Tuban, sampai dengan September 2019, ada sekitar 22 desa yang tersebar di delapan kecamatan, dari total 20 kecematan di Bumi wali.

Seperti salah satunya di Desa Laju Kidul, Kecamatan Singgahan. Mereka berebut air bersih yang ditampung di dalam bak beralaskan terpal. Bantuan yang diberikan Kepala Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (EDSM) Provinsi Jawa Timur Setiajit, dirasa sangat bermanfaat bagi keberlangsungan hidup masyarakat.
“Alhamdulillah pak ada bantuan air bersih, sumur- sumur sudah kering mas. Ini baru terisi kemarin dari aliran sawah, kemudian meresap ke sumur,” kata Jumanik , warga Desa Laju Kidul, Minggu (10/11/2019).

Sementara itu, Setiajit menyebutkan untuk meringankan beban masyarakat, pihaknya sudah membagikan 336 ribu liter air bersih ke warga yang terdampak kekeringan. Sedikitnya 8 kecamatan yang sudah didroping air bersih oleh pria yang akan mencalonkan diri menjadi bupati dalam pilkada Tuban 2020 nanti.

Ke-8 kecamatan yang sudah merasakan bantuan air bersih dari Setiajit adalah Kecamatan Grabagan, Rengel, Kenduruan dan Jatirogo. Selain itu, ada Kecamatan Kerek, Bangilan, Senori dan Singgahan.
‘’Mobil tangki saya sudah mulai mengirim air ke warga sejak Senin 28 Oktober lalu. Sampai hari ini sudah 14 hari. Per hari rata-rata tiga tangki isi 8 ribu liter,’’ ujarnya saat membagikan air bersih di Desa Lajukidul Kecamatan Singgahan, Minggu (10/11/2019).

Dia mengatakan, saat turun ke desa-desa menyerap aspirasi masyarakat. Saat berkunjung ke desa-desa pinggiran, Setiajit banyak menerima permintaan air bersih dari warga. Sehingga, permintaan itu dia layani.
‘’Intinya saya ingin membawa manfaat untuk masyarakat banyak. Saat ada permintaan air besih dan saya bisa memberi ya saya berikan,’’ ujar mantan Pejabat Bupati Jombang ini.

Jika masih ada warga yang kesulitan air bersih, pejabat asli Tuban ini menyatakan masih akan memberikan. Hanya, karena banyaknya usulan,pengiriman air harus giliran.
Selain itu, jarak sumber air yang jauh dari lokasi pengiriman, menjadikan pengiriman agak lama.
‘’Sampai hari ini permintaan bantuan air bersih masih terus berdatangan. Dan akan kita upayakan untuk memenuhi,’’ katanya.

Di Desa Lajukidul yang dia datangi, memang banyak warga yang kesulitan air bersih. Kalau terus mengandalkan bantuan air bersih, tidak akan memecahkan masalah. Karena itu, dia ingin membantu yang lebih lagi, yakni dengan membuat sumur bor dalam kapasitas besar.
‘’Coba nanti kita teliti adakah kemungkinan untuk dibuatkan sumur artesis agar masalah air ini tidak terus muncul setiap tahun,’’ ungkapnya.

Selain air bersih, Setiajit juga menawarkan bantuan sambungan listrik gratis pada warga yang membutuhkan. Listrik ini akan menggunakan jalur PLN. Tahun ini, Setiajit sudah memberikan listrik gratis pada 321 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Tuban. Mereka berasal dari Kecamatan Jenu, Widang, Kerek dan Semanding.
‘’Bantuan itu berupa 321 sambungan listrik rumahan untuk warga dengan kapasitas 450 KWH,’’ tandasnya. (Dur)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close