Kaget kiosnya di Robohkan, User PBT Datangi Diskoperindag

kabartuban.com – Puluhan user Pasar Besar Tuban (PBT) mendatangi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag). Mereka, meminta kejelasan bangunan kios dan toko milik mereka yang di robohkan dan rata dengan tanah.

Ketua Paguyuban PBT, Zuwana saat memberikan keterangan mengatakan, pihaknya mengaku sangat kaget, ketika mengetahui kios dan tokonya di bongkar tanpa ada pemberitahun terlebih dulu kepadanya.

“Belum pernah merasakan kiosnya, tahu-tahu sudah dibongkar, pastinya kaget,” kata Zuwana, Senin (14/10/2019).

Selain itu, pihaknya juga meminta, agar ada penundaan peletakan batu pertama revitalisasi PBT yang mangkrak sejak tahun 2005 ini, segala urusan dengan user segera di tuntaskan terlebih dulu.

“Kita minta kejelasan kedepannya, Hutama Karya (HK,red) pihak ketiga, PBT ini akan seperti apa, hak kami yang dulu telah setor atau sebagainya harus segera di selesaikan, untuk itu kita perlu dipertemukan dengan HK,” tambahnya.

Semenatra itu, Agus Wijaya Kepala Diskoperindag yang menemui user secara langsung mengataka, pihaknya akan mengakomodir segala yang diinginkan user kepada HK. Dan sebelum groundbreaking, selambatnya Rabu (16/10/2019) akan dilakukan mediasi antara paguyuban PBT dengan PT HK, agar masalah bisa terselesaikan.

“Ya kita mediasi, insyaallah Rabu kita pertemukan,” sambungnya.

Untuk diketahui, pada tahun awal pengoprasian PBT, ada sekitar seribuan kios dan los yang sudah di miliki oleh user, dengan ukura bervarian harga yang di tawarkan, mulai Rp 5,6 juta hingga puluhan juta. PBT hanya beropersai selama tiga bulan saja.

Setelahnya tidak aktivitas hingga tahun 2019 ini. Akhirnya, pihak ketiga merobohkan bangunan yang ada dengan merevitalisasi bangunan konsep pasar Modern Tradisional seperti Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang. (Dur/Rul)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close