Polres Lakukan Penyelidikan Raskin

kabartuban.com – Kepolisian Resot (Polres) Tuban tidak tinggal diam denganberedarnya beras Raskin tak layak konsumsi dari Bulog. Menanggapi hal tersebut, Kapolres mengaku akan melakukan penyelidikan terkait beras miskin (Raskin) yang diberikan kepada warga dalam kondisi tidak layak konsumsi oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Tuban, Rabu (18/11/2015).

”Anggota sudah kita perintahkan untuk melakukan penyelidikan terkait masalah beras untuk masyarakat miskin yang tidak layak kosumsi itu,” terang Kapolres Tuban AKBP Guruh Arif Dharmawan.

Sebelumnya, setelah mendapatkan laporan tersebut, Kepala gudang Bulog Tuban, Bejo menghimbau kepada masyarakat miskin untuk mengembalikan jatah beras Raskin yang diterima, jika kondisinya tidak layak konsumsi. “Bulog siap mengganti beras yang memang kualitasnya kurang baik dengan yang lebih layak,” ucap Bejo.

Lebih lanjut Bejo memaparkan, ”Seperti beberapa waktu lalu di Kecamatan Kerek ada masyarakat yang mendapatkan Raskin yang kurang baik, kita langsung ke sana untuk melakukan penggantian beras tersebut, karena ada pihak yang lapor kepada kita,” tandasnya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun kabartuban.com menyebutkan bahwa beras Raskin yang tak layak konsumsi itu sebenarnya sudah seringkali terjadi. Hanya saja, selama ini tidak terendus oleh media. Bahkan, pada bulan September 2014 yang lalu, Bupati Tuban Fatkhul Huda sempat naik pitam karena banyak ditemukannya beras Raskin yang tidak layak konsumsi.

“Kami akan mengawasi lebih ketat lagi, terkait beras yang didistribusisakan kepada masyarakat, jika masyarakat menemukan atau mendapat Raskin yang tidak layak, kami harap segera berkomunikasi kepada pihak Desa setempat, agar pihak Desa bisa segera melaporkan kepada bulog” tutur  Bupati Huda.

Diberitakan sebelumnya,  Beras Miskin (Raskin) tak layak kosumsi masih beredar dikalangan warga miskin Kabupten Tuban. Kali ini Raskin tak layak kosumsi diterima oleh Pujiati (31) warga Dusun Widengan, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding. Beras yang didapat dari pemerintah dengan tebusan Rp 2 ribu perkilo tersebut berbau apek, hancur, dan ada kutunya. (al/im)

Populer Minggu Ini

Oknum Satpam BUMN di Tuban Diamankan atas Dugaan Persetubuhan Anak dibawah umur

kabartuban.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban mengungkap...

Kasus Perselingkuhan di Hotel Lynn Picu Pemanggilan Satpol PP dan Dampak Citra Hotel

kabartuban.com - Kasus penggrebekan pasangan yang diduga berselingkuh di...

Cabai Turun Tajam, Harga Bahan Pokok di Tuban Mulai Stabil

kabartuban.com - Kabar baik bagi masyarakat pada bulan Ramadan....

MBG Ramadhan Tuai Protes, Orang Tua Temukan Ulat dan Jambu Busuk dalam Paket Makanan

kabartuban.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan...

Sengketa Klenteng Tuban Memanas, Kubu Go Tjong Ping Deklarasikan Sebagai Pengurus Baru

kabartuban.com - Lampion-lampion Imlek 2577 Kongzili masih bergelayut di...

Artikel Terkait