‘Dakon’ Masih Dimainkan Anak Jaman Sekarang

kabartuban.com – Berbagai macam kegiatan dilakukan anak-anak untuk mengisi waktu liburan sekolah. Di tengah dunia teknologi dan gadget yang semakin membudaya, ternyata masih ada kelompok anak-anak yang jauh dari permainan alat canggih dan mengisi waktu liburannya dengan bermain dolanan tradisional yang sudah mulai banyak dilupakan.

Seperti halnya yang lakukan anak-anak Sekolah Dasar Negeri (SDN), di Desa Pakel, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Mereka memilih mengisi liburan sekolahnya dengan permainan tradisional dakon dan obak gunungan.

“Untuk mengisi hari libur, kami bersama teman-teman bermain dakon dan obak gunungan. Obak gunungan ini untuk kelincahan,” kata Niluh Cahya Safitri, Siswi kelas 6 SDN Pakel, saat ditemui rekan media, Jumat (1/1/2016).

Dalam kesempatan tersebut, nampak jelas keceriaan anak-anak menata  isi dakon di lubang dakon. Dakon sebenarnya alat bermain congklak, yang sebelumnya terbuat dari kayu dengan panjang 50 centi meter, lebar 20 cm, dan tebal 10 cm. Jumlah lubang dakon minimal 12 buah dan populernya menggunakan media kayu dan biji buah seperti sawo dan klereng.

Bahkan, media permainan dakon juga bisa dimainkan di atas tanah dengan membuat lubang-lubang kecil di tanah sejumlah 12 lubang dengan menggunakan batu kecil sebagai bijinya.

Permainan yang hampir punah tersebut sengaja dilestarikan oleh pelajar SD agar tidak tergerus dengan gelombang permainan modern. Permainan tradisional dakon dan obak gunungan itu sengaja digelar anak-anak setiap hari di halaman rumah Husnul Khotimah, guru Madarasyah Ibtidaiyah (MI) di Balen, Bojonegoro, yang rumahnya di Desa Pakel, Kecamatan Montong Tuban

Sementara itu, Rosul, selaku Kepala Seksi (Kasi) Bidang Pemuda, Pordikmas dan Jarahnitra, Disdikpora Tuban menyatakan, Permainan tradisional dakon dan obak gunungan milik budaya nusantara ini harus dilestarikan agar tetap eksis di tengah banyaknya permainan modern.

“Dari pada keluyuran yang tidak manfaat lebih baik bermainan mainan tradisional seperti dakon dan obak gunungan. Maksud obak gunungan ini adalah untuk mengatur sportifitas anak, selain itu juga untuk menyehatkan tubuh, karena dalam permainan obak gunungan ini membutuhkan kelincahan,” pungkas Rosul. (af/im)

Populer Minggu Ini

Kader NasDem Tuban Protes Sampul Majalah, Soroti Batas Kritik dan Etika Politik

kabartuban.com - Ratusan kader dan simpatisan Dewan Pimpinan Daerah...

Upaya Pencurian Kimsin Dewa Kwan Kong di Klenteng Kwan Sing Bio Digagalkan Pengelola

kabartuban.com - Aksi pengambilan patung suci (kimsin) Dewa Kwan...

Polres Tuban Berikan Bantuan Usaha Hingga Akses Pengobatan untuk Warga Disabilitas

kabartuban.com – Kepedulian terhadap kelompok rentan kembali ditunjukkan jajaran...

Sidak DPRD–Diskopumdag Temukan MinyaKita Dijual Tak Sesuai Aturan

kabartuban.com - Temuan mengejutkan muncul dalam inspeksi mendadak (sidak)...

Swadaya Warga Jadi “Alarm Keras”, Akademisi Unirow Sentil Arah Pembangunan Tuban

kabartuban.com - Fenomena warga yang turun tangan memperbaiki jalan...

Artikel Terkait