kabartuban.com – Jenazah terakhir santri Pondok Langitan yang tenggelam beberapa waktu lalu, berhasil ditemukan oleh Tim Search And Rescue (SAR) pada Minggu, pukul 03.00 dini hari. Jenazah terkahir tersebut adalah Arif Mabruri (19), santri asal Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.
“semua korban sudah ditemukan, dan korban terakhir masih memakai pakain lengkap,” ungkap Joko Ludiono, selaku Plt Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban kepada kabartuban.com, Senin (10/10/2016).
Masih terang Joko, Korban ditemukan tidak jauh dari temapt tergulingnya perahu, dan jenazah langsung di bawa ke Puskesmas Babat, Kabupaten lamongan untuk diidentifikasi dari tim DVI Polda Jatim.
“jenazah yang sudah teridentifikasi, langsung dipulangkan ke pihak keluarganya,” pungkasnya.
Diketahui, semua korban sudah ditemukan, dari hasil identitas tim DIV Polda Jatim, santri pertama adalah M Barikly Amri (12), asal Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.
kemudian disusul oleh santri kedua dan ketiga Risky Nur Habib (15), asal Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, dan M Afiq Fadil (19), asal Bulak Paren, Kecamatan Bula Kamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Keduanya ditemukan persis sebelah timur jembatan Babat.
Korban keempat Abdullah Umar (15), asal Kelurahan Bedilan, Kabupaten Gresik. Penemuannya pas waktu petang pukul 17:45 WIB, tepatnya di sebelah baray jembatan di jarak 300 meter dari titik awal tenggelam.
Korban kelima Lujani Dani (13), Desa Penganden, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Ditemukan tepat di titik awal jembatan penyeberangan penambanhan Slawe, Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang.
Santri yang ditemukan keenam Muhsin (16), asal Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Korban ini ditemukan tim SAR tepat di bawah jembatam penyeberangan Babat.
Penemuan terakhir, Mohammad Arif Mabruri (19), asal Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.
Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian nahas tersebut terjadi pada Jum’at (7/10/2016), yang mana 25 santri Ponpes Lnagitan hendak pergi ke pasar Babat dengan menggunakan perahu tradisional, namun karean adiduga kelebihan muatan perahu tersebut terguling, dan tujuh santri tenggelam dan 18 santri lainnya berhasil diselamatkan. (har)
