kabartuban.com- Intensitasas hujan yang masih cukup tinggi di wilayah hulu sungi bengawan solo membuat debit air sungi terpanjang di pulau Jawa itu meningkat. Termasuk sepanjang Wilyah Kabupaten Tuban mulai Kecamatan Soko hingga Widang.
Data yang dapat dihimpun kabartuban.com dari Badan Penanggulangan Bencan Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, menyebutkan, ketinggian debit air sungai bengawan solo dipapan duga ketinggian air di Kabupaten Bojonegoro siang tadi  (5/4/2017) sekitar pukul 12.00 WIB, berada pada angka 12.29 phielskale, sudah turun dari posisi siaga hijau di posisi 13.07 phielskale pagi hari tadi.
Turunya tren ketinggian ini kemudin bergulir hingga wilayah hilir Kabupaten Tuban yang mengalami kenaikan, seperti terpantau di papan duga ketinggian air di Kecamatam Babat, Lamongan, yang mengalami peningkatan dari 07.38 phielschale pada pagi hari menjadi 07.40 siang tadi sekitar pukul 12.00 WIB yang berarti masuk pada posisi siaga hijau.
“Posisi ketinggian siaga hijau, tapi di hulu tren turun,” ujar kepala BPBD Tuban Joko Ludiyono  (5/4/2017).
Meski di hulu tren turun, masyarakat tetap diminta waspada dengan segala kemungkinan, sebab jika hulu turun maka air yang bergerak ke hilir akan berpotensi naik. Seperti wilayah Soko, Rengel, Plumpang dan Widang.
“Kami berharap masyarakat tetap waspada,” imbuh Joko.
Disampaikan, berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bulan ini memasuki musim pancaroba, akan tetapi dengan intensitas hujan masih cenderung tinggi.
“Sekarang sudah masuk pancaroba, dan intensitas hujan mengalami kenaikan, ini tetap diwaspadai,” pungkas Kepala BPBD Tuban ini. (Luk)
