kabartuban.com- Terbatasnya pasokan bawang putih dan tingginya permintaan dua pekan terakhir, di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tuban, membuat harga bumbu dapur ini masih berada di posisi Rp50.000 per kilogram.
“Mungkin sudah mulai banyak masyarakatan yang hajatan, maklum jelang puasa udah jadi tradisi,” kata Atik, salah satu pedagang sayur dan bumbu dapur di pasar Pramuka Tuban (2/5/2017).
Menurut Atik, harga bawang putih ini sebenarnya sudah lama, yakni sekitar pertengahan bulan lalu. Namun kondisi ini diprediksi akan terus terjadi menyusul semakin banyak permintaan menjelang bulan puasa ramadhan.
“Sudah lama naiknya, sebelumnya cuman 35 ribu per kilo, sekarang ini agak lama bertahan di 50 ribu,” lanjut Atik.
Atik berharap, pemerintah segera turun tangan untuk antisipasi lonjakan harga sebelum bulan Ramadhan tiba, sebab ia mengaku dengan tingginya harga sembako malah membuat omset-nya menurun.
“Ibu rumah tangga mengurangi jumlah pembelian, sekarang beli secukupnya,” imbuh Atik.
Sementara itu, Kepala Dinas Perekonomian dan Perdagangan Kabupaten Tuban, Farid Achmadi mengatakan, pihaknya telah berkordinasi dengan pihak Provinsi dan sejumlah pemasok bahan pangan ke pasar Tuban, salah satunya untuk memastikan ketersediaan komuditi yang tidak diproduksi didaerah ini.
“Kita sudah koordinasi dengan Pemprov, salah satunya untuk memastikan pasokan bahan pangan agar tidak terjadi kelangkaan yang memicu lonjakan harga jelang bulan ramadhan,” jelas Farid. (Luk)
