kabartuban.com – Sebanyak 30 kejadian kecelakaan lalu lintas terjadi selama gelaran Operasi Patuh Semeru 2018 yang berlangsung selama 14 hari (26 April-9 Mei 2018).
Dari kejadian sebanyak itu mengakibatkan 10 orang meninggal dunia, 3 luka berat dan 76 luka ringan.
Kapolres Tuban, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Nanang Haryono menjelaskan, kejadian laka lantas selama 14 hari terjadi kebanyakan dilakukan pengendara yang melaju di jalan raya dengan ugal-ugalan, atau tidak memakai standar berkendara yang benar.
“Ada sepuluh orang yang meninggal dunia karena kecelakaan selama Operasi Patuh Semeru tahun ini, dan hampir rata-rata karena ugal-ugalan,” sebut Kapolres Tuban kepada kabartuban.com, Jum’at (11/5/2018).
Suud menuturkan, dari 30 kejadian kecelakaan lalu lintas itu didominasi roda dua alias motor, yakni ada 47 kendaraan. Sedang untuk penyebabnya, kebanyakan lantaran pindah jalur.
“Waktu kejadian paling banyak pada pukul 06.00 WIB sampai 12.00 WIB,” tambah Perwira berpangkat dua melati di pundaknya ini.
Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat sekitar agar berkendara sesuai dengan aturan yang berlaku, jangan berkendara dengan ugal-ugalan, dan jadikanlah keselamatan sebagai kebutuhan.
Sebatas diketahui, pada beberapa hari yang lalu, kecelakaan terjadi pada kendaraan elf yang membawa penumpang 13 orang dari Kabupaten Gresik menuju Pati dengan tujuan menonton konser dangdut, pada saat dilokasi kejadian mobil itu menyalip tiga kendaraan. Namun, pada saat bersamaan ada truk trailer dari barat ke timur, kecelakaanpun tak bisa terhindarkan, dan dari kejadian itu 3 meninggal dunia di tempat dan satu orang tewas saat menjalin perawatan medis. (dur)
