kabartuban.com – Suasana lebaran masih terasa di Bumi Wali Tuban, salah satunya dari kegiatan pesta bedug yang digelar Dinas Pariwisata Tuban, di Alun-alun Tuban. Dengan mengangkat tema Kebersamaan dan Keragaman, pesta bedug diikuti sedikitnya 70 bedug yang didatangkan dari 20 kecamatan di Tuban.
Tidak hanya bedug saja, karena mengusung tema keragaman, acara yang resmi dibuka Bupati Tuban Fathul Huda itu juga menghadirkan kesenian seperti Banjari, Gamelan , Tongklek dan Barongsai ikut meramaikan parade dan pesta bedug 2018 itu.
“Ada tujuh puluh beduk yang dikumpulkan dari dua puluh kecamatan, untuk peserta sendiri di ikuti oleh seratus sembilan puluh tujuh pemusik dari berbagai kesenian yang meramaikan acara,” ujar Ketua Pelaksana Eko.
Menurut Eko, selain memeriahkan lebaran, dari kegiatan tersebut juga untuk melestarikan budaya kesenian leluhur yang yang selama ini tumbuh di kota Tuban.
“Tujuan melestarikan budaya kesenian yang selama ini tumbuh di Kabupaten Tuban,” kata Eko
Dia menambahkan, dalam acara itu pihak penyelenggaran juga berkoordinasi dengan unsur lain seperti etnis arab dan cina yang juga ada di Kabupaten Tuban agar bersama sama memeriahkan parade tersebut dengan tampil secara berkolaborasi.
“Kita berkoordinasi dari berbagai elemen, ada yang dari Parengan ada, yang dari Klenteng, ada yang dari grup hadroh, dengan berbagi latar belakang untuk nantinya berkolaborasi bersama,” tambah Eko.
Karena keunikannya , kegiatan tersebut menyedot perhatian warga Tuban untuk hadir menyaksikan. Sebut saja Yani, remaja asal Kecamatan Palang ini mengaku senang dengan adanya acara parade bedug itui, dirinya juga berharap acara tersebut bisa jadi acara tahunan untuk selalu di selengarakan.
“Senang mas bagus unik lah, hiburan semua kalangan mas, ya semoga bisa jadi acara tahunan di kota Tuban,” imbuh Yani (Hon)
