kabartuban.com – Data kerusakan akibat angin puting beliung di Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, kembali bertambah. BPBD Tuban merilis pembaruan jumlah rumah terdampak menjadi 77 unit, setelah melakukan pendataan lanjutan pascabencana yang terjadi pada Senin (08/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.
Peristiwa yang dipicu hujan lebat berdurasi lebih dari satu jam itu tak hanya merusak rumah warga, tetapi juga menyebabkan pohon tumbang di sejumlah titik hingga menimpa fasilitas umum.
Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Sudarmaji, menjelaskan bahwa puting beliung tersebut menerjang beberapa desa secara bersamaan.
“Angin puting beliung muncul setelah hujan dengan intensitas tinggi. Dampaknya cukup luas, terutama di Kecamatan Semanding,” ujarnya, Selasa (09/12/2025).
Sudarmaji menegaskan, data ini masih bersifat sementara dan BPBD akan melakukan verifikasi serta asesmen lanjutan.
“Besok kami melakukan verifikasi untuk memastikan tingkat kerusakan yang sebenarnya,” katanya.
Puting beliung berdampak pada tujuh desa dan satu kelurahan, meliputi Desa Penambangan, Semanding, Prunggahan Kulon, Prunggahan Wetan, Tegalagung, Bektiharjo, serta Kelurahan Gedongombo.
Dari hasil pendataan sementara, Desa Tegalagung menjadi titik dengan kerusakan terbesar, yakni 44 rumah terdampak dan satu pohon tumbang.
Sementara Desa Penambangan mencatat 20 rumah rusak dan 13 titik pohon tumbang, termasuk satu musala yang mengalami kerusakan.
Rincian kerusakan sementara yakni, Penambangan:20 rumah rusak, 13 pohon tumbang, Semanding: 1 rumah terdampak, Prunggahan Kulon: 11 rumah rusak, 1 pohon tumbang menimpa rumah, Gedongombo: 1 pohon tumbang menutup akses jalan, Tegalagung: 44 rumah terdampak, 1 pohon tumbang, Bektiharjo: 1 titik pohon tumbang, Prunggahan Wetan: 1 warung tertimpa pohon, 3 titik pohon tumbang
Fasilitas umum juga tidak luput dari dampak bencana. Sebuah pohon tumbang menimpa bangunan kelas di SMA Negeri 2 Tuban, sementara sebuah musala di Dusun Cungkup, Desa Penambangan, turut mengalami kerusakan.
Meski kerusakan cukup luas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
“Alhamdulillah tidak ada laporan korban,” ujar Sudarmaji.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah bergerak sejak hari pertama untuk melakukan asesmen cepat, membersihkan material pohon tumbang, dan membuka akses jalan. Koordinasi dengan perangkat desa, dinas terkait, serta relawan terus dilakukan guna mempercepat penanganan darurat.
BPBD juga merekomendasikan pendataan lanjutan secara menyeluruh serta kerja bakti di titik-titik yang masih tertutup material pohon tumbang. Laporan akhir akan dirilis setelah seluruh data diverifikasi.
Dengan pembaruan data ini, pemerintah daerah diharapkan dapat menetapkan langkah pemulihan yang lebih tepat dan sesuai kebutuhan lapangan. (fah)
