kabartuban.com – Belasan siswa SMP Negeri 1 Montong, Kabupaten Tuban, mengeluhkan mual, pusing, hingga gatal-gatal usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (27/1/2026). Total sebanyak 14 siswa dan 1 babysister dilaporkan mengalami gejala serupa dan sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Montong.
Peristiwa ini melibatkan siswa kelas 7, 8, dan 9. Awalnya, 13 siswa/siswi mengeluhkan mual dan sakit kepala sejak siang hari. Jumlah tersebut bertambah satu siswi sekitar pukul 15.00 WIB, dan kemudian sekitar pukul 17:00 WIB bertambah satu, namun kali ini korbannya adalah seorang baby sitter. sehingga total menjadi 15 orang.
Salah satu siswi kelas 7E, Zahra, menceritakan bahwa makanan MBG dibagikan sekitar pukul 11.00 WIB. Menu yang disajikan berupa nasi, sayur asam, ikan pindang goreng, tempe, dan buah jeruk.
Sekitar dua jam setelah menyantap makanan tersebut, Zahra mulai merasakan mual disertai gatal-gatal di wajah, tangan, dan kaki.
“Saat masih di sekolah sudah terasa, mas. Lalu sekitar pukul 14.30 WIB saya dibawa ke Puskesmas Montong,” ujar Zahra.
Zahra mengaku hanya memiliki riwayat alergi telur dan sebelumnya tidak pernah mengalami alergi terhadap ikan pindang.
Keluhan serupa juga dialami salah satu siswa kelas 8E yang enggan disebutkan namanya. Ia merasakan mual dan pusing saat masih berada di sekolah.
“Perut saya munek-munek (mual) dan pusing,” ungkapnya singkat.
Orang tua salah satu siswa juga membenarkan bahwa anaknya mengeluh sakit kepala dan mual saat jam sekolah berlangsung.
“Anaknya sudah mengeluh waktu masih di sekolah, saya ditelpon,” kata salah satu wali murid.
Tak hanya siswa, sekitar pukul 17.00 WIB seorang baby sitter bernama Dini juga mengalami gejala serupa usai menyantap makanan MBG milik anak majikannya yang masih duduk di bangku TK.
“Setiap ada MBG saya yang makan, mas, karena ananya tidak mau,” ujarnya.
Sekitar satu jam setelah makan, Dini mengaku mengalami panas, mual, dan gatal-gatal. Ia sempat mencoba mengonsumsi obat herbal dari kunyit, namun karena tak kunjung membaik, akhirnya memutuskan berobat ke puskesmas.
Meski mengalami keluhan, Dini menegaskan kondisi makanan masih terasa layak konsumsi.
“Ikannya masih enak, tidak basi dan saya juga tidak punya riwayat alergi pada ikan kok mas,” katanya.
Ia berharap ke depan kualitas dan keamanan menu MBG dapat lebih diperhatikan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Program ini mulia dari Pak Presiden, semoga bisa jadi pembelajaran,” tambahnya.
Sementara itu, petugas Puskesmas Montong, Basuni, menyampaikan bahwa pihaknya menerima belasan pasien dengan keluhan hampir serupa pada Selasa siang hingga sore hari.
“ 14 anak datang dengan gejala mual, pusing, dan muncul ruam atau gatal kemerahan. Alhamdulillah semua sudah membaik dan dipulangkan dalam kondisi baik,” jelasnya.
Basuni mengatakan, dari hasil identifikasi awal, dugaan sementara mengarah pada reaksi alergi makanan. Namun pihak puskesmas belum menyimpulkan adanya keracunan sebelum hasil uji laboratorium keluar.
“Sampel makanan sudah kami kirim ke laboratorium Dinas Kesehatan. Hasilnya nanti akan kami sampaikan ke pihak terkait, termasuk Koramil dan kepolisian,” imbuhnya.
Menu MBG yang dibagikan diketahui terdiri dari nasi, sayur asam, ikan pindang goreng, dan buah jeruk.
“Untuk sementara dugaan kami alergi. Untuk memastikan keracunan atau faktor lain, kami menunggu hasil lab,” pungkas Basuni.
Hingga pantauan sore hari, seluruh sisiwi telah dibawa pulangkan dan hanya sisa seorang baby sitter yang masih dalam perawatan di puskesmas tersebut. (fah)
