kabartuban.com – Pemerintah pusat terus mematangkan pelaksanaan program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari agenda besar Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memutus mata rantai kemiskinan. Komitmen itu ditegaskan Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Dalam kunjungan tersebut, Mensos yang akrab disapa Gus Ipul mensosialisasikan penguatan Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) agar program Sekolah Rakyat benar-benar menyasar warga yang membutuhkan. Kegiatan ini dihadiri Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky beserta wakil bupati Joko Sarwono, serta jajaran, Forkopimda, para kepala desa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pendamping sosial, guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, hingga peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT).
Gus Ipul menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya karena Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban telah berjalan selama kurang lebih empat bulan dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
“Alhamdulillah hari ini kita bersama-sama menyaksikan langsung perkembangan pembelajaran Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban yang telah berjalan dengan baik selama empat bulan,” ujar Gus Ipul.
Sekolah tersebut mulai beroperasi pada Agustus dan merupakan bagian dari Sekolah Rakyat rintisan yang kini telah tersebar di 166 titik di seluruh Indonesia, dengan jumlah siswa lebih dari 15 ribu anak, didukung sekitar 2.000 guru dan 4.000 tenaga kependidikan.
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, melainkan miniatur pengentasan kemiskinan yang dirancang secara terintegrasi. Anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan pendidikan berkualitas, sementara orang tua mereka dibarengi dengan program pemberdayaan ekonomi dari pemerintah.
“Harapannya, ketika anak-anak lulus sekolah, keluarganya juga ikut naik kelas menjadi keluarga yang lebih berdaya. Inilah gagasan besar Presiden Prabowo dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan,” tegasnya.
Dari hasil pantauan di lapangan, Gus Ipul melihat perubahan positif pada siswa Sekolah Rakyat. Anak-anak dinilai semakin percaya diri, lebih disiplin, dan mulai berani menyampaikan pendapat.
“Karakter mereka mulai terbentuk. Ini awal yang baik dan harus terus dikembangkan oleh para kepala sekolah dan tenaga kependidikan agar anak-anak mendapatkan lingkungan belajar yang berkualitas,” imbuhnya.
Ke depan, pemerintah pusat juga menyiapkan pembangunan sekolah permanen yang mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Tahun ini, pembangunan telah dimulai di 104 titik di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Tuban Jawa Timur.
Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada kolaborasi dan sinergi, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga lembaga filantropi seperti Badan Amil Zakat dan donor lainnya.
“Kata kuncinya adalah kolaborasi. Saya percaya Bupati Tuban mampu mengonsolidasikan seluruh sumber daya yang ada untuk mempercepat penurunan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Gus Ipul. (fah)
