Kisah Mas Mul, Seniman Tuban yang Menyulap Limbah Siwalan Jadi Karya Bernilai Tinggi

kabartuban.com – Ketika pandemi COVID-19 memaksa panggung musik mati total, Putra Hadi Mulyo justru menemukan kehidupan baru dari sesuatu yang selama ini terabaikan. Bukan dari alat musik, melainkan dari limbah pohon siwalan yang kerap dianggap sampah dan hama oleh warga.

Pria asal Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Tuban, yang akrab disapa Mas Mul ini berhasil mengubah keterpurukan menjadi peluang. Dari kondisi “blank” tanpa panggilan manggung, ia bangkit lewat seni kriya, menyulap limbah alam menjadi karya estetik bernilai tinggi yang kini dikenal hingga pasar nasional dan internasional.

Mas Mul bukan sosok baru di dunia seni. Lulusan Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya ini telah lama berkecimpung di dunia musik dan seni rupa. Sebelum pandemi, ia dikenal sebagai pemain keyboard dengan jadwal manggung padat di berbagai acara pernikahan.

Namun, pandemi mengubah segalanya. Aktivitas hiburan berhenti total. Sumber penghasilan pun terputus, memaksanya mencari jalan lain untuk bertahan hidup.

“Saat itu saya benar-benar blank. Saya berpikir keras, bagaimana caranya tetap bisa menghasilkan uang. Dari situ saya mulai melirik limbah alam untuk dijadikan kerajinan,” ujar Mas Mul.

Langkah awalnya dimulai dari sebuah lumpang kayu ukir yang dibuat dari bahan limbah. Karya tersebut ia unggah ke media sosial. Tak disangka, respons publik begitu besar. Detail ukiran yang halus dan karakter kuat membuat namanya cepat dikenal. Warganet pun menjulukinya “Tangan Dewa.”

Popularitas itu menjadi pintu masuk ke dunia seni kriya profesional. Karya perdananya bahkan terjual hingga puluhan juta rupiah dalam sebuah pameran di Jakarta, menandai titik balik perjalanan hidupnya.

Mas Mul kemudian mendirikan bengkel seni bernama Oyot Craft, tempat ia menuangkan ide-ide kreatif yang lahir dari keterbatasan. Limbah alam yang ia kumpulkan dari tegalan perlahan berubah menjadi karya seni dengan nilai jual mulai dari puluhan ribu hingga puluhan juta rupiah.

Saat ini, ia fokus menggarap miniatur pohon siwalan yang menjadi ikon khas Tuban. Karya tersebut ia rancang sebagai representasi wilayah dengan 20 kecamatan, sekaligus simbol identitas budaya Bumi Ronggolawe.

“Ide sering datang di malam hari, saat suasana benar-benar sunyi,” tuturnya.

Dalam prosesnya, Mas Mul tak lepas dari berbagai kendala. Material alami tidak bisa langsung digunakan. Ia bahkan melakukan riset mandiri untuk menemukan teknik pengolahan yang tepat, terutama pada bagian daun siwalan.

“Eksperimen paling rumit ada di daunnya. Saya coba berkali-kali sampai menemukan teknik pengeringan khusus agar daun tetap kokoh dan tahan lama,” jelasnya.

Prinsip berkaryanya sederhana namun konsisten memaksimalkan apa yang dianggap tidak berguna menjadi bernilai ekonomi tinggi.

“Saya ingin menunjukkan bahwa usaha itu tidak selalu butuh modal besar. Limbah alam ini saya cari sendiri di tegalan,” tegasnya.

Kerja keras itu kini berbuah manis. Produk Oyot Craft telah dipasarkan ke berbagai kota besar seperti Malang, Bandung, dan Jakarta. Sejumlah penghargaan pun berhasil diraih, termasuk Juara 1 Lomba Cipta Karya Souvenir Khas Tuban.

Tak berhenti di situ, Mas Mul mulai membidik pasar internasional. Beberapa waktu lalu, ia telah mengirimkan contoh miniatur pohon siwalan ke Amerika Serikat sebagai langkah awal ekspor.

“Semoga bisa berlanjut ke tahap ekspor,” harap mantan guru seni rupa SMK Taruna Jaya Prawira (TJP) Tuban tersebut.

Dari limbah dan keterbatasan, Mas Mul membuktikan bahwa ketekunan dan keberanian beradaptasi mampu melahirkan karya bernilai tinggi, sekaligus mengangkat identitas daerah ke panggung yang lebih luas. (fah)

Populer Minggu Ini

Sekolah Rakyat Tuban Dibangun dengan Anggaran Rp50 Miliar Lebih, Siap Cetak Generasi Emas dan Putus Rantai Kemiskinan

kabartuban.com - Kabupaten Tuban kembali menorehkan catatan penting dalam...

Perkuat DTSN, Mensos Dorong Sekolah Rakyat di Tuban

kabartuban.com - Pemerintah pusat terus mematangkan pelaksanaan program Sekolah...

Jelang Ramadan, Polres Tuban Perketat Razia Miras demi Jaga Kamtibmas

kabartuban.com - Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Polres Tuban...

Rapor Penilaian Rahasia, 39 Guru PPPK Tuban Terombang-ambing Tanpa Kejelasan

kabartuban.com - Nasib 39 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian...

Kasus PMK di Tuban Masih Ditemukan, Pemda Pastikan Penanganan Terkendali

kabartuban.com - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih ditemukan...

Artikel Terkait