kabartuban.com – Perbaikan ruas jalur nasional penghubung Kabupaten Tuban-Lamongan di Desa Compreng, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, memicu kemacetan panjang dalam dua hari terakhir. Antrean kendaraan mengular akibat sistem buka tutup yang diberlakukan selama proses pengerjaan.
Kemacetan paling terasa dialami kendaraan berat. Budi, seorang sopir truk, mengaku hampir satu jam terjebak di lokasi proyek tanpa bisa bergerak leluasa.
“Kalau mau ngeblong juga nggak cukup ruangnya. Truk besar nggak bisa menerobos,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Kanit Turjagwali Satlantas Polres Tuban, IPDA Rizky Dwi Prasetya, menjelaskan kemacetan terjadi karena adanya pengerukan, perbaikan, serta penambalan jalan menjelang Hari Raya. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 11 Maret 2026.
“Kami sudah perintahkan anggota untuk melakukan penjagaan dan pengaturan lalu lintas di lokasi,” ujarnya, Selasa (4/3/2026).
Ia mengakui sebelumnya pihak kontraktor belum berkoordinasi dengan kepolisian sebelum pengerjaan dimulai. Saat pekerjaan dilakukan pada malam hari, kondisi justru semakin padat karena banyak sopir truk memilih berhenti dan beristirahat di antrean.
“Banyak sopir yang tertidur menunggu giliran jalan. Karena itu kami koordinasikan kembali, lebih efektif dikerjakan siang atau malam,” jelasnya.
Terkait aspek keselamatan, pihak kepolisian telah mengingatkan pelaksana proyek agar memasang rambu-rambu pengaman bagi pengguna jalan maupun pekerja. Jika ditemukan pelanggaran, teguran akan diberikan.
Selain itu, polisi juga menggandeng Supeltas untuk membantu pengaturan arus kendaraan di sekitar lokasi proyek.
IPDA Rizky mengimbau pengendara untuk tetap bersabar dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Ia juga menegaskan agar tidak ada pengguna jalan yang nekat menerobos arus karena dapat memperparah kemacetan dan membahayakan keselamatan.
“Kami minta masyarakat patuhi arahan petugas demi kelancaran bersama,” pungkasnya. (fah)
