kabartuban.com – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Jalan Letda Sucipto, Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, kembali menjadi sorotan setelah diduga memicu kecelakaan maut yang menewaskan seorang driver ojek online (ojol), Selasa (12/5/2026) dini hari.
Korban diketahui bernama M. Iqbal Firmansyah (29), warga Kelurahan Sidomulyo. Saat kejadian, ia tengah bekerja mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernopol S 2408 EX.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban melaju dari arah barat ke timur. Namun sesampainya di depan lokasi proyek pembangunan SR, motornya diduga menghantam gundukan aspal bekas galian pipa proyek. Kondisi aspal yang bergelombang membuat korban kehilangan kendali hingga terpental cukup jauh dari kendaraannya.
Warga sekitar, Akmal, mengatakan sebelum kejadian korban terlihat melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Saat melintasi gundukan aspal, motor korban mendadak oleng lalu terjatuh.
“Korban kemungkinan tidak menyadari ada gundukan itu. Setelah kena, langsung oleng dan terpental,” ujarnya.
Akmal bersama warga lain bernama Suyanto kemudian berupaya mengevakuasi korban yang tergeletak di tengah jalan. Mereka memindahkan tubuh korban ke tepi jalan untuk menghindari kecelakaan susulan.
“Kami langsung tepikan korban. Waktu dievakuasi kemungkinan sudah meninggal dunia,” kata Suyanto.
Kecelakaan itu memicu sorotan warga terhadap proyek pembangunan SR yang disebut minim pengamanan. Warga menyebut tidak ada rambu-rambu peringatan di sekitar bekas galian sebelum insiden maut tersebut terjadi.
“Tidak ada tanda peringatan sama sekali sebelumnya. Setelah ada korban baru dipasang rambu-rambu,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebut namanya.
Diketahui, gundukan aspal tersebut diduga berasal dari pekerjaan galian pipa proyek pembangunan SR yang dikerjakan sehari sebelumnya. Meski sempat dilakukan pengaspalan ulang, permukaan jalan disebut kembali bergelombang akibat dilintasi kendaraan berat proyek dan kondisi aspal yang masih baru.
Tak hanya itu, aktivitas proyek juga dikeluhkan warga karena menyebabkan jalanan dipenuhi debu dan pasir dari kendaraan proyek yang keluar masuk area pembangunan. Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Sejumlah rekan sesama driver ojol turut mendatangi lokasi kejadian sebagai bentuk solidaritas atas meninggalnya korban.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, IPTU Eko Sulistyono, membenarkan adanya kecelakaan tunggal tersebut. Polisi menyebut korban terjatuh setelah melintasi gundukan aspal di lokasi proyek.
“Benar, korban tidak mampu menguasai kendaraan setelah melintasi gundukan aspal dan akhirnya terjatuh sendiri,” pungkasnya. (fah)
