Hantavirus Mulai Merebak di Indonesia, Dinkes Tuban Perkuat Kewaspadaan

kabartuban.com – Di tengah meningkatnya kasus Hantavirus di Indonesia, Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban memastikan hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus penyakit tersebut di wilayah Tuban. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran virus yang ditularkan melalui tikus.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 23 kasus konfirmasi Hantavirus ditemukan di Indonesia sepanjang 2024 hingga Mei 2026. Seluruh kasus yang ditemukan merupakan jenis Seoul Virus, berbeda dengan Andes Virus yang sempat mewabah di kapal pesiar MV Hondius.

Plt Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Tuban, Roikhan mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya warga Tuban yang terpapar Hantavirus. Namun ia mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan mulai meningkatkan pola hidup bersih serta pengendalian tikus di lingkungan sekitar.

“Di Kabupaten Tuban sampai saat ini belum ada laporan kasus Hantavirus. Namun masyarakat tetap harus waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus agar tidak menjadi sumber penularan penyakit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Hantavirus bukan ditularkan melalui nyamuk maupun makanan secara langsung, melainkan berasal dari partikel urin, feses, atau air liur tikus yang mengering dan terhirup manusia melalui udara.

“Penularannya bisa terjadi saat seseorang membersihkan area yang terdapat kotoran tikus tanpa prosedur yang aman. Karena itu masyarakat harus berhati-hati saat membersihkan gudang, loteng, maupun bangunan lama,” tambahnya.

Gejala awal Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) umumnya berupa demam, kelelahan, dan nyeri otot terutama di bagian paha, panggul, punggung, serta bahu. Dalam beberapa hari, penderita dapat mengalami batuk hingga sesak napas akibat paru-paru terisi cairan.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk menutup celah rumah yang menjadi akses masuk tikus, segera membersihkan sisa makanan dan sampah, serta menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang diduga menjadi sarang tikus.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering karena dapat memicu partikel virus beterbangan di udara. Pembersihan disarankan menggunakan cairan disinfektan atau pemutih terlebih dahulu sebelum dibersihkan menggunakan kain pel atau tisu. (fah)

Populer Minggu Ini

Pria Asal Plumpang Meninggal Mendadak Saat Pantau Sapi di Pasar Semanding

kabartuban.com - Di tengah ramainya aktivitas jual beli hewan...

Misteri Maling Sapi di Tuban Belum Terpecahkan,Peternak Was-was Jelang Idul Adha

kabartuban.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha, kasus pencurian...

Warga Perum Ahsana 2 Gruduk Developer, Fasum yang Tak di bangun hingga Rumah Tak Kunjung Rampung

kabartuban.com - Polemik fasilitas umum (fasum) kembali menyeret nama...

TPI Palang Kian Terpuruk, Nelayan Keluhkan Infrastruktur Dermaga Rusak hingga Sistem Lelang

kabartuban.com - Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palang, Kabupaten Tuban,...

Artikel Terkait