BUMD Tuban Siapkan Bus Simas Ganteng dan Toilet Premium Jadi Sumber Bisnis Baru

kabartuban.com – Setelah sempat lama tidak menunjukkan aktivitas usaha yang signifikan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perseroda Ronggolawe Sukses Mandiri (RSM) Kabupaten Tuban mulai mematangkan sejumlah rencana bisnis baru. Namun hingga kini, pengembangan usaha tersebut masih terkendala proses perizinan yang belum rampung.

Sebelumnya, jajaran direksi baru BUMD RSM menyatakan fokus utama mereka adalah menyelesaikan berbagai perizinan sebagai syarat menjalankan usaha dan menghasilkan pendapatan bagi daerah. Kini, sejumlah unit usaha yang akan digarap mulai dipetakan, salah satunya pengelolaan armada Bis Simas Ganteng.

Selain Transportasi kebanggaan kabupaten Tuban, BUMD juga disiapkan untuk mengelola toilet premium di sejumlah fasilitas umum serta terlibat dalam penyediaan barang dan jasa melalui sistem e-katalog untuk memenuhi kebutuhan perkantoran pemerintah daerah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Tuban, Agus Wijaya, mengatakan hingga saat ini proses pengembangan usaha BUMD masih berada pada tahap perizinan.

“Masih dalam proses perizinan. Untuk perkembangan usaha saat ini memang belum bisa berjalan karena masih menunggu proses tersebut selesai,” ujarnya.

Menurut Agus, selain pengelolaan Bus Simas Ganteng dan toilet premium, BUMD juga diproyeksikan terlibat dalam penyediaan barang dan jasa melalui sistem e-katalog untuk memenuhi kebutuhan perkantoran pemerintah.

“Yang mendesak dan segera dijalankan di antaranya pengelolaan Bis Simas Ganteng, toilet premium di tempat-tempat umum, serta kebutuhan kantor melalui e-katalog,” jelasnya.

Terkait kemungkinan penerapan tarif bagi masyarakat yang menggunakan layanan Bis Simas Ganteng, Agus menegaskan hal tersebut masih akan dikaji lebih lanjut melalui studi kelayakan bisnis.

“Akan dikaji terlebih dahulu bagaimana prosesnya. Harus ada kajian bisnis, apakah layak dan menguntungkan atau tidak,” katanya.

Meski terdapat tantangan berupa kenaikan biaya operasional, termasuk harga bahan bakar, pemerintah daerah tetap mengedepankan perhitungan bisnis yang matang sebelum memutuskan model pengelolaan yang akan diterapkan.

Sementara itu, terkait kebutuhan sumber daya manusia, Agus menyebut BUMD nantinya akan memanfaatkan tenaga yang sudah ada. Namun tidak menutup kemungkinan dilakukan penambahan personel apabila diperlukan.

“Mereka akan memiliki tenaga sendiri yang menangani operasional bus. Kalau masih kurang, nanti bisa dilakukan penambahan,” ujarnya.

Untuk rencana pengembangan armada, Agus mengatakan peluang penambahan bus masih terbuka, meski harus menyesuaikan kondisi anggaran daerah yang saat ini sedang menerapkan kebijakan efisiensi.

Pemkab Tuban menargetkan pengelolaan Bis Simas Ganteng oleh BUMD dapat mulai berjalan pada tahun 2027.

“Harapannya pada tahun 2027 pengelolaan sudah bisa dijalankan oleh BUMD. Tinggal menunggu arahan dan keputusan pimpinan terkait pelaksanaannya,” pungkasnya. (fah)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya