Desil Naik dari 4 ke 6, Warga Keluhkan BPJS Kesehatan Diblokir

kabartuban.com – Perubahan data desil kesejahteraan sosial dikeluhkan sejumlah masyarakat. Salah satunya Anggun, warga Tuban, yang mengaku mengalami perubahan desil dari Desil 4 menjadi Desil 6, meski kondisi ekonomi keluarganya tidak mengalami perubahan.

Anggun mengatakan dirinya mengetahui perubahan desil tersebut pada Juni 2026. Menurutnya, kondisi ekonomi keluarganya masih sama dan belum mengalami peningkatan.

“Sebelumnya ada di Desil 4, sekarang jadi Desil 6. Kondisi ekonomi keluarga juga masih sama, belum ada perubahan,” ujar Anggun.

Perubahan desil tersebut turut berdampak pada akses layanan kesehatan yang sebelumnya diperoleh melalui program pemerintah. Anggun mengaku BPJS Kesehatan yang sebelumnya ditanggung pemerintah kini diblokir.

Kondisi tersebut membuat Anggun harus menggunakan layanan kesehatan dengan biaya pribadi ketika membutuhkan pengobatan.

“Lumayan berdampak karena tadinya untuk masalah kesehatan dan pengobatan memakai BPJS dari pemerintah, sekarang harus pakai umum,” ungkapnya.

Sebelumnya, Anggun juga pernah menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Namun, bantuan tersebut kini sudah tidak diterima karena dirinya telah menyelesaikan pendidikan kuliah.

Anggun mengaku tidak memperoleh pemberitahuan maupun penjelasan mengenai alasan perubahan desil dari 4 menjadi 6. Ia juga belum pernah mengajukan keberatan terkait perubahan data tersebut.

Menurut Anggun, perubahan desil yang dialaminya belum menggambarkan kondisi ekonomi keluarga secara nyata.

“Tidak menggambarkan kondisi secara nyata,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah melakukan revisi dan peninjauan ulang terhadap data desil masyarakat. Menurutnya, evaluasi diperlukan agar penetapan desil dapat lebih sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat di lapangan.

“Melalui revisi dan peninjauan ulang terkait tingkat desil karena banyaknya desil tidak sesuai dengan kondisi yang nyata,” pungkasnya. (fah)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya