kabartuban.com – Cuaca panas masih akan menyelimuti Kabupaten Tuban dalam sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca didominasi cerah hingga berawan dengan suhu berkisar antara 21 hingga 33 derajat Celsius.
BMKG menyebut belum terlihat adanya potensi hujan dalam prakiraan cuaca Tuban selama sepekan mendatang. Awan hanya diperkirakan muncul pada pagi hari di sejumlah wilayah.
Kondisi panas yang dirasakan masyarakat saat ini masih berkaitan dengan puncak musim kemarau 2026. BMKG memprakirakan puncak musim kemarau di Tuban terjadi pada September 2026.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025, kondisi tahun ini cenderung lebih panas. Hal tersebut disebabkan pada musim kemarau tahun lalu masih terdapat beberapa hari dengan kejadian hujan.
BMKG juga menjelaskan kondisi musim kemarau tahun ini sangat dipengaruhi fenomena ENSO (El Niño-Southern Oscillation). Berdasarkan pemantauan BMKG, nilai ENSO pada 2026 mengarah ke fase El Niño yang dikategorikan dalam kondisi sangat kuat.
Kondisi tersebut diprediksi dapat bertahan hingga Januari 2027. Namun, BMKG akan terus memperbarui perkembangan dan prediksi ENSO setiap pekan.
Sementara itu, kondisi panas dan minim hujan diperkirakan masih berlangsung hingga memasuki masa peralihan musim. November hingga Desember menjadi periode peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan. BMKG berharap hujan mulai turun di Tuban pada Desember 2026.
Meski hujan belum berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Salah satunya berupa angin kencang yang dapat disertai gelombang laut tinggi, yang biasanya mencapai sekitar 2 meter atau bahkan lebih.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal media sosial resmi BMKG. Masyarakat juga diminta menjaga kesehatan selama cuaca panas serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (meylia)
