kabartuban.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban memastikan persoalan lahan tidak menjadi penghambat bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang belum dapat memulai pembangunan gerai. Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menegaskan, pemerintah akan mencari solusi bersama pihak terkait agar program tersebut tetap dapat berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat.
Lindra mengungkapkan bahwa terdapat KDMP yang belum memasuki tahap pembangunan, dengan sebagian di antaranya terkendala ketersediaan lahan.
Menurutnya, persoalan tersebut akan diselesaikan melalui komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Pemerintah tidak ingin keterbatasan lahan membuat program KDMP berhenti di tingkat perencanaan.
“Pasti semuanya akan kita lakukan komunikasi dengan baik, menggandeng seluruh pihak untuk memberikan solusi-solusi yang terbaik dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada,” kata Lindra pasca Upacara HUT TNI ke-81
Ia menyebut, pemerintah masih membuka sejumlah opsi untuk mengatasi keterbatasan lahan tersebut. Hal ini terutama menjadi perhatian bagi KDKMP di kawasan perkotaan yang tidak memiliki lahan sendiri, sementara lahan kosong yang tersedia merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban.
Apabila kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk mendapatkan lahan lain, Pemkab Tuban tidak menutup kemungkinan memanfaatkan aset daerah untuk mendukung pembangunan gerai KDKMP. Mekanismenya akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, termasuk melalui skema pinjam pakai.
“Bisa jadi pinjam pakai atau bagaimana dan seterusnya, pasti akan kita komunikasikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, penyelesaian persoalan lahan merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan program KDMP dapat berjalan secara merata. Menurutnya, keberadaan koperasi bukan sekadar pembangunan fisik berupa gerai, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat di desa maupun kelurahan.
“Komunikasi itu terus kita jalin. Insyaallah itu hanya sebagian kecil saja yang belum. Yang lainnya sudah berjalan dengan baik dan insyaallah ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya,” jelasnya.
Sementara itu, Dandim 0811/Tuban Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo, mengatakan bahwa pendampingan terhadap program KDMP terus dilakukan, termasuk mendorong komunikasi dan kolaborasi para pengelola atau manajer koperasi dengan pemerintah desa.
“Untuk pelaksanaannya nanti berjalan, kita masih monitor dari pemerintah pusat” ujarnya saat diwawancarai Awak media pasca upacara HUT TNI ke 81.
Berdasarkan data pendataan aset untuk pembangunan KDMP dari total 328 titik, sebanyak 270 gerai telah dibangun, sedangkan 58 lainnya belum memasuki tahap pembangunan. Dengan demikian, progres pembangunan gerai KDMP di Kabupaten Tuban telah mencapai sekitar 82,32 persen.
Sementara itu, sebanyak 58 KDMP yang belum membangun tidak seluruhnya disebabkan persoalan yang sama. Dengan rincian, sebanyak 16 KDKMP dengan lahan TMS (membutuhkan urugan pembongkar atau luas TMS), 25 Koprasi desa merah putih tidak memiliki lahan (KDMP), dan 17 koprasi kelurahan merah putih juga tidak memiliki lahan (KKMP). (fah)
