kabartuban.com – Kebakaran melanda rumah milik Yadikun (65), warga Dusun Krajan, Desa Laju Kidul, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Minggu (11/10/2026) malam. Kobaran api menghanguskan bangunan rumah berukuran sekitar 10 x 15 meter beserta perabotan dan satu unit sepeda motor. Kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp150 juta.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tuban menerima laporan kebakaran dari warga pada pukul 21.21 WIB. Tim langsung bergerak empat menit kemudian dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 21.35 WIB.
Tiga unit kendaraan dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut, terdiri dari satu armada Damkar Pos Singgahan, satu armada Pos Jatirogo, serta satu mobil pikap suplai air dari Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar).
Petugas berjibaku memadamkan api hingga pokok kebakaran berhasil dipadamkan pada pukul 22.30 WIB. Proses dilanjutkan dengan pembasahan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Tahap ini berlangsung hingga pukul 23.15 WIB.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban, Sutaji, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Namun, penyebab pastinya masih perlu dipastikan lebih lanjut,” ujar Sutaji.
Baca juga: Bediang Sapi Picu Tiga Rumah dan Kandang Terbakar di Bektiharjo
Selain menghanguskan rumah milik Yadikun, kebakaran tersebut juga berpotensi mengancam bangunan lain karena lokasi kejadian berada di kawasan permukiman padat penduduk.
Sutaji menyebut bahwa, nilai aset warga di sekitar lokasi yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp10 miliar. Upaya pemadaman melibatkan personel Damkar Pos Singgahan dan Jatirogo, delapan anggota Polsek Singgahan, satu personel Koramil Singgahan, petugas Trantib, perangkat desa, serta warga setempat.
“Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, pemilik rumah harus menanggung kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp150 juta, meliputi bangunan rumah, perabotan, dan satu unit sepeda motor,” ungkap Sutaji.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah secara berkala, terutama pada sambungan kabel dan peralatan listrik yang berpotensi memicu korsleting.
Masyarakat juga diimbau segera melaporkan kejadian kebakaran kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin, terutama di kawasan permukiman padat penduduk. (fah)
