Akibat Banjir, Warga Montong Gagal Tanam

kabartuban.com- Banjir yang melanda sejumlah Desa di Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, akibat diguyur hujan kurang lebih tiga jam yang membuat aliran sungai dan saluran pembuangan tidak mampu menampung debit air, serta tidak hanya menggenangi sejumlah akses jalan, juga mengenangi lahan persawahan yang baru ditanami padi.

Seperti yang disampikan Dayat, warga Desa Pucangan, Kecamatan Montong, akibat banjir banyak bibit padi yang akan ditanam hanyut terbawa arus banjir. Petani terpaksa harus menunda tanam padi karena banyak bibit yang hilang.

“Bibit padi juga hanyut, yang baru kemarin di tanam juga rusak,” kata Dayat (16/03/2017).

Dari keterangan Dayat, banjir datang sekitar pukul 03.00 pagi tadi, hingga siang ini banjir masih menggenang sejumlah titik jalan Kecamatan Montong, meski tidak separah pagi tadi. Sementara lahan persawahan yang terdampak sampai siang ini masih belum menunjukan tanda surut.

“Di sawah, terutama sepanjang bantaran sungai masih banjir, tidak hanya di Desa Puncangan, di Desa Pakel dan Desa Montongsekar juga banyak yang kena banjir karena aliranya sama,” terang Dayat.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Joko Ludiyono, saat dikonfirmasi mengatakan, banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Montong disebabkan derasnya hujan yang terjadi mulai malam hingga dini hari. Selain itu juga derasnya hujan di kawasan Parengan, yakni wilayah selatan Kecamatan Montong yang dataranya lebih tinggi.

“Air ini dari parengan juga,” kata Joko (16/03/2017).

Disampaikan Joko, berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diterima BPBD Tuban. Musim hujan baru akan berakhir pada Mei mendatang, karena bulan itu baru masuk musim kemarau.

“Bulan Mei baru masuk musim kemarau, kepada warga, selama musim hujan kami harap tetap waspada bencana banjir,” katanya. (Luk)

 

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya