kabartuban.com – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa, yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Tuban, berlangsung dengan tegang dan nyaris bentrok dengan petugas alot.
Pasalnya para mahasiwa yang meyuarakan aspirasi terkait dengan program Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dinilai tidak tepat sasaran, kebijakn Pemkab Tuban yang menghapus pelayanan kesehatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Tidak hanya itu, para mahasiwa juga mensoal terkit adanya aturan baru dari pemerintah pusat terkait PP nomor 60 tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas penerimaan negara bukan pajak, bersikukuh untuk memasuki ruangan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban.
Dari pantauan kabartuban.com, massa mulai memanas ketika para mahasiswa berusaha memasuki gedung DPRD, yang dijaga oleh jajaran Polres Tuban, dan terlihat aksi saling dorong. Hingga salah satu mahasiswa, Zainul Muttaqin, jatuh pingsan saat aksi saling dorong terjadi.
“Kami menuntut agar DPRD Kabupaten Tuban, bisa meneruskan aspirasi kami, DPRD sebagai pengawas kebijakan harus melaksanakan fungsi itu, jangan diam saja, kata ketua PMII Tuban Khilyatul Nafisah (18/01).

Disampaikan pula, para aktifis PMII ini menginginkan bertemu dengan ketua DPRD, namun ketua DPRD tidak ada di tempat sehingga ia bersama anggoata lainnya hendak memasang poster yang bertuliskan tuntutan mereka terhadap kebijakan pemerintah.
“Anggota dewan hobinya kunjungan kerja, mereka tidak niat mewakili rakyat, digaji hanya memikirkan perut sendiri,” teriak salah serang demonstran setelah mendapatkan informasi dari perwakilan usai menyisir ruangan DPRD Tuban.
Sementara itu, Kasat Sabhara Polres Tuban, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKP) Eko Edi Wibowo mengatakan, bahwa hal itu adalah tugas untuk menjaga ketertiban dalam berjalannya aksi unjuk rasa. “Kami mengamankan, kami tidak memihak siapapun, posisi kami ditengah-tengah,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, puluhan mahasiswa yang berunjuk rasa, melakukan orasi di patung Jalan Letda Sucipto, kemudian melakukan longmarch ke gedung DPRD dengan berjalan mundur.
Usai aksi, mahasiswa membubarkan diri dengan tetib, namun mereka mengancam akan melakuka kasi kembali, demi memperjuangkan rakyat miskin. (Luk/Din)
