kabartuban.com – Warga Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan keluhkan lambatnya respon dari Dinas Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Tuban, terkait jembatan putus yang menghubungkan dua Kecamatan di Kabupaten setempat ini yakni Kecamatan Montong dan Parengan.
Jembatan berukuran panjang 4,5 meter dan lebar 4 meter ini, ambruk sudah hampir satu bulan, dan telah memakan korban jiwa pegawai dari perhutani sekitar.
“Kita sesalkan respon dari dinas terkait, masa harus nunggu ada yang mati dulu, baru di perbaiki,” ujar Ridho (30) salah satu warga setempat.
Menurutnya sampai saat ini hanya ada jalan darurat yang digunakan untuk menyeberang, selain itu, agar tidak ada korban lagi, warga menghadang pengguna jalan yang lewat ke daerah tersebut dan di peringatkan supaya berhati-hati.
“Ya biar tidak ada korban lagi, ya terpaksa kalau ada yang lewat kita pandu dan kami peringatkan untuk berhati-hati,” tambahnya.
Sementara itu, Slamet sala satu pengguna jalan yang melintas juga mengaku, kalu kondisi jalan ditengah hutan yang rawan dengan hewan liar yang lewat sewaktu-waktu, menjadi perhatian warga disana.
“Apalagi kalau malam mas, tidak ada penerangan sama sekali, jadi harus ekstra hati, ” terangnya.
Pihaknya berharap agar jembatan yang akses satu-satunya untuk perlintasan jalan ini, supaya cepat diperbaiki dan seger berfungsi kembali.
“Semoga cepat diperbaiki mas,” harapnya
Ditempat terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Parengan, Budi saat dikonfirmasi membenarkan akan terputusnya jembatan. Menurutnya alat penghubung jalan itu, konstruksinya sudah tua, bahkan lebih tua dari umur-nya.
“Memang benar, tapi belum ada satu bulan mas ambruknya, kita juga sudah menyurvei ke lapangan, untuk segera ditindak lanjuti,” terangnya (Dur/Rul)
