kabartuban.com – Warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, digegerkan dengan penemuan seekor anak ikan lumba-lumba yang ditemukan mati terdampar di pesisir pantai setempat, Jumat,(22/1/2026) sore.
Bangkai anak lumba-lumba berukuran kurang lebih satu meter itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB oleh dua anak yang sedang bermain di bibir pantai. Saat ditemukan, kondisi bangkai sudah membusuk dengan bagian perut terburai dan menimbulkan bau menyengat.
Hal tersebut turut dibenarkan oleh Ketua RT 01/RW 07 Dusun Jembel, Mukhlis, mengatakan penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga. Sejumlah masyarakat berbondong-bondong datang ke lokasi untuk melihat bangkai hewan laut yang jarang dijumpai itu.
“Awalnya dua anak yang sedang bermain melihat bangkai ikan di pantai. Setelah didekati, ternyata itu anak lumba-lumba,” ujar Mukhlis.
Mukhlis menduga anak lumba-lumba tersebut telah mati sekitar tiga hari sebelum ditemukan. Namun, ia belum dapat memastikan penyebab kematian hewan mamalia laut tersebut. Dugaan sementara, lumba-lumba terdampar akibat gelombang laut yang cukup tinggi.
“Diperkirakan sudah mati sekitar tiga hari. Untuk penyebab pastinya kami tidak tahu, kemungkinan karena ombak besar,” jelasnya.
Menurut Mukhlis, peristiwa hewan laut terdampar di Pantai Sugihwaras bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, warga juga pernah menemukan ikan paus yang terdampar di lokasi yang sama, namun dalam kondisi masih hidup.
Sementara itu, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) wilayah Jawa Timur Suwardi menyatakan belum menerima laporan prihal adanya anak lumba yang telah mati terdampar di wilayah pesisir pantai Tuban. (fah)
