Atasi Kemacetan, Dishub Lakukan Rekayasa Durasi Lampu Lalin Jalur Selatan

kabartuban.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tuban, kembali melakukan rekayasa lalulintas di dalam wilayah kota Tuban. Rekayasa tersebut berupa penambahan durasi pada lampu lalulintas yang berada di sepanjang jalan Jalan Gajahmada hingga perempatan di Dr. Wahidin Sudihusodo.

Sekertaris Dishub Gunadi mengatakan, rekayasa dilakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur selatan kota Tuban, khususnya pada jam jam sore atau jam padat kendaraan besar yang berasal dari arah Surabaya.  Jika sebelumya rata-rata pembagian durasi hijau 45 detik hingga 55 detik, penambahan durasi jalur utama saat ini mencapai 75 detik hingga 110 detik.

“Penambahan durasi kita berikan untuk kendaraan dari arah Surabaya, lampu warna hijau lebih panjang, dibandingkan dengan jalur krosingnya,” kata Gunadi (29/9).

Menurut Gunadi, perpanjangan durasi memungkinkan kemacetan dijalur tersebut terurai dengan baik, sebab kendaraan yang cukup padat dari arah Surabaya antara jam tiga sore hingga jam sembilan malam memiliki lebih banyak kesempatan saat melintasi perempatan yang ada di jalur selatan Kota.

“Ada beberapa perempatan jaraknya pendek, ini membuat ekor kemacetan kadang sampai di ujung perempatan lainya, contoh saja perempatann kapur dan karangwaru, “ katanya.

Ia memastikan, meski ada penambahan durasi pada jalur utama, dan durasi lebih singkat di jalur krosingnya, waktu yang digunakan untuk jalur krosing masih cukup untuk menyeberang, hanya saja waktu tunggunya lebih lama.

“Kami selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian, termasuk kami akan memasang beberapa rambu belok kiri jalan terus dibeberapa perempatan untuk mengurangi penumpukan,” tambahnya.

Sementara itu, Kanit Yasa Lantas, Satuan Lalulintas Polres Tuban, IPDA Choirul Ahmad, mengatakan, rekayasa yang dilakukan dengan penambahan durasi lampu hijau di jalur utama tersebut berjalan cukup baik, bahkan mampu mengurangi kemacetan yang biasanya terjadi pada sore hari.

“Sangat positif sekali mas, melihat arus Lalin sampai saat ini tidak  tersendat,” katanya.

Rekayasa sendiri kata Choirul, akan dilakukan bersama Dishub sambil melihat situasi, karena saat ini masih dalam uji coba belum penetapan sebelumnya.

“Kami masih melihat kondisi, rekayasa di Patung, Pramuka, Karang Waru dan Kapur,” pungkas Choirul. (Luk/Rul)

Populer Minggu Ini

Swadaya Warga Jadi “Alarm Keras”, Akademisi Unirow Sentil Arah Pembangunan Tuban

kabartuban.com - Fenomena warga yang turun tangan memperbaiki jalan...

Jalan Widang–Rengel Rusak Parah, Lubang Menganga Jadi Ancaman Nyata Pengendara

kabartuban.com - Jalan penghubung Kecamatan Widang menuju Kecamatan Rengel...

Nyalip di Tikungan, Mobil Program MBG Tabrak Pasutri di Senori

kabartuban.com - Aktivitas siang yang seharusnya berjalan tenang di...

Bangun Deso Dipertanyakan, Jalan Rusak di Dusun Selang Diperbaiki Swadaya Para Remaja

kabartuban.com - Jalan penghubung Dusun Selang, Desa Jadi, Kecamatan...

Ratusan Warga Tuban Pilih Berpisah di Tengah Ramadan hingga Lebaran

kabartuban.com - Di saat suasana bulan suci Ramadan hingga...

Artikel Terkait