kabartuban.com – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Tuban pada awal September 2026 terpantau masih relatif stabil. Namun, beberapa komoditas mengalami kenaikan, terutama tepung terigu dan tepung beras yang disebut pedagang mengalami peningkatan cukup signifikan sejak Agustus.
Hal tersebut disampaikan Kunjaimah, pedagang sembako di pasar Tuban. Ia mengatakan, di awal September, bawang merah menjadi salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga. Sementara sejumlah kebutuhan pokok lainnya masih berada di kisaran harga yang sama.
“Untuk awal bulan ini yang turun cuma bawang merah, yang lainnya masih tetap harganya,” ujar Kunjaimah.
Harga beras saat ini berada di kisaran 15 ribu rupiah hingga 16 ribu rupiah per kilogram, tergantung jenis beras. Sementara harga telur eceran masih bertahan 24 ribu rupiah per kilogram.
Disisi lain, kenaikan cukup terasa pada komoditas tepung. Harga tepung terigu per karung yang sebelumnya sekitar 171 ribu rupiah kini mencapai 186 ribu rupiah. Sedangkan tepung beras mengalami kenaikan dari sekitar 133 ribu rupiah menjadi 166 ribu rupiah per karung.
Kunjaimah menyebut kenaikan harga tepung telah berlangsung sejak Agustus dan hingga awal September belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Kondisi serupa juga terjadi pada gula dan minyak goreng yang telah mengalami kenaikan sebelumnya.
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat pada komoditas sayuran dan bumbu dapur. Sadam, pedagang yang telah membuka kios sayuran di Pasar Baru Tuban selama 33 tahun, mengatakan harga cabai dan bawang masih mengalami perubahan dari hari ke hari.
Ia menjelaskan, ketika harga mengalami kenaikan, perubahannya dapat mencapai sekitar tiga ribu rupiah untuk komoditas bawang. Sebaliknya, ketika harga turun, penurunannya bisa mencapai lima ribu hingga sepuluh ribu rupiah tergantung kondisi pasokan.
Perubahan harga tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kondisi hasil panen petani. Musim kemarau yang berlangsung saat ini turut berdampak terhadap jumlah hasil panen sehingga pasokan beberapa komoditas berkurang.
“Kalau naik itu berarti dari petaninya, soalnya gagal panen. Ditambah sekarang musim kemarau, panennya berkurang, jadi dampaknya ke penjual. Kalau panen melimpah bisa turun,” jelasnya.
Meski terdapat perubahan harga pada sejumlah komoditas, Sadam mengatakan kondisi ini belum berdampak terhadap daya beli masyarakat. Pembeli tetap berbelanja sayur dan bumbu dapur seperti biasa. (yaya)
