Disdikpora : Angka Putus Sekolah Cuma 0,2 Persen

gambar ; tubanakbar.com

kabartuban.com – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemkab Tuban, Drs. H. Sutrisno, M.M, menyatakan, prosentase putus sekolah relatif kecil, hanya 0,2 persen. Pernyataan ini disampaikan Sutrisno sebagai sanggahan atas data yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu lalu. Menurut data BPS, berdasar rata-rata lama tahun sekolah, hampir 100 % penduduk Tuban usia 7-18 tahun hanya mengenyam pendidikan setingkat Sekolah Dasar (SD). Dalam data tersebut, BPS mencatat rata-rata lama tahun sekolah 6,22 tahun. ” Ini jelas tidak masuk akal. Masak kok penduduk Tuban hanya berpendidikan SD,” sanggah Sutrisno saat dihubungi kabartuban.com, Rabo (2/5)/

Sutrisno menegaskan, pihaknya telah berhasil mensukseskan Program Wajib Belajar 9 tahun pada 2010 lalu. Menurut catatannya, dari jumlah penduduk usia 7-12 tahun sebanyak 98.160 jiwa, 85.989 tercatat sebagai murid SD. Sedang untuk usia 13-15 tahun sebanyak 59.304 jiwa, 29.886 jiwa menjadi siswa SMP, dan usia 16-18 tahun sebanyak 69.153 jiwa, yang tercatat sebagai murid SMA/SMK sebanyak 20.780 jiwa.

Jumlah siswa yang melanjutkan ke jenjang berikutnya, lanjut Sutrisno, juga lumayan tinggi. Dari 14.530 siswa lulus SD, hampir seluruhnya melanjutkan ke tingkat SMP.  ” Jadi tidak benar kalau banyak anak SD yang tidak melanjutkan ke SMP, atau bahkan drop out,” tegasnya.

Lebih lanjut Sutrisno mengakui pihaknya belum mencapai hasil maksimal dalam memajukan pendidikan. Namun menurutnya, fasilitas pendidikan yang tersedia saat ini sudah cukup , bahkan lebih baik dibanding tempat lain. Saat ini tercatat telah ada 596 SD yang tersebar di seluruh pelosok wilayah kabupaten Tuban. Sementara untuk SMP terdapat 78, SMA 34 dan SMK 25 sekolah. “Kami juga berusaha mendekatkan lokasi sekolah dengan tempat bermukim para siswa agar biaya hidup sekolah murah. Sebenarnya beaya sekolah kan sudah murah, yang mahal biaya hidup siswanya,” jelas Sutrisno.

Sementara itu menurut data yang diperoleh dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), tercatat angka putus sekolah 1,75 %. TNP2K juga mencatat aprtisipasi pendidikan tidak terlalu tinggi. Dari Angka Partisipasi Kotor (APK) SD sebesar 110,72, Angka Partisipasi Murninya (AMP) tercatat 99,37.  (bek)

Hot this week

Kemiskinan di Tuban Didominasi Masyarakat Pedesaan

kabartuban.com - Angka kemiskinan di Provinsi Jawa Timur menurun,...

Galon Air Kemasan Isi Ulang Wajib Cantumkan Label BPA, Pelaku Usaha di Tuban Belum Tahu

kabartuban.com - Banyak galon air kemasan isi ulang yang...

Polres Tuban Terapkan Sistem Hunting Pada Ops Semeru 2024

kabartuban.com - Polres Tuban mulai menggelar Operasi Patuh Semeru 2024...

Polres Tuban Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Semanding

kabartuban.com - Kasus viral pembuangan bayi di teras rumah...

Warga Bektiharjo Temukan Bayi di Depan Pintu Rumah

kabartuban.com - Masyarakat Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban,...

Topics

Kemiskinan di Tuban Didominasi Masyarakat Pedesaan

kabartuban.com - Angka kemiskinan di Provinsi Jawa Timur menurun,...

Polres Tuban Terapkan Sistem Hunting Pada Ops Semeru 2024

kabartuban.com - Polres Tuban mulai menggelar Operasi Patuh Semeru 2024...

Polres Tuban Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Semanding

kabartuban.com - Kasus viral pembuangan bayi di teras rumah...

Warga Bektiharjo Temukan Bayi di Depan Pintu Rumah

kabartuban.com - Masyarakat Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban,...

Syarat, Rukun dan Kewajiban Dalam Ibadah Haji

kabartuban.com - Haji merupakan salah satu ibadah umat muslim...

Satpam Samudra Ditemukan Tak Bernyawa

kabartuban.com - Warga di kawasan Gang Makam, Kelurahan Latsari,...

Insiden Tragis, Dua Anak Meninggal Dunia Karena Tenggelam di Jati Wangi

kabartuban.com - Insiden tragis terjadi di kolam renang Jati...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img