Disdikpora : Angka Putus Sekolah Cuma 0,2 Persen

530
gambar ; tubanakbar.com

kabartuban.com – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemkab Tuban, Drs. H. Sutrisno, M.M, menyatakan, prosentase putus sekolah relatif kecil, hanya 0,2 persen. Pernyataan ini disampaikan Sutrisno sebagai sanggahan atas data yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu lalu. Menurut data BPS, berdasar rata-rata lama tahun sekolah, hampir 100 % penduduk Tuban usia 7-18 tahun hanya mengenyam pendidikan setingkat Sekolah Dasar (SD). Dalam data tersebut, BPS mencatat rata-rata lama tahun sekolah 6,22 tahun. ” Ini jelas tidak masuk akal. Masak kok penduduk Tuban hanya berpendidikan SD,” sanggah Sutrisno saat dihubungi kabartuban.com, Rabo (2/5)/

Sutrisno menegaskan, pihaknya telah berhasil mensukseskan Program Wajib Belajar 9 tahun pada 2010 lalu. Menurut catatannya, dari jumlah penduduk usia 7-12 tahun sebanyak 98.160 jiwa, 85.989 tercatat sebagai murid SD. Sedang untuk usia 13-15 tahun sebanyak 59.304 jiwa, 29.886 jiwa menjadi siswa SMP, dan usia 16-18 tahun sebanyak 69.153 jiwa, yang tercatat sebagai murid SMA/SMK sebanyak 20.780 jiwa.

Jumlah siswa yang melanjutkan ke jenjang berikutnya, lanjut Sutrisno, juga lumayan tinggi. Dari 14.530 siswa lulus SD, hampir seluruhnya melanjutkan ke tingkat SMP.  ” Jadi tidak benar kalau banyak anak SD yang tidak melanjutkan ke SMP, atau bahkan drop out,” tegasnya.

Lebih lanjut Sutrisno mengakui pihaknya belum mencapai hasil maksimal dalam memajukan pendidikan. Namun menurutnya, fasilitas pendidikan yang tersedia saat ini sudah cukup , bahkan lebih baik dibanding tempat lain. Saat ini tercatat telah ada 596 SD yang tersebar di seluruh pelosok wilayah kabupaten Tuban. Sementara untuk SMP terdapat 78, SMA 34 dan SMK 25 sekolah. “Kami juga berusaha mendekatkan lokasi sekolah dengan tempat bermukim para siswa agar biaya hidup sekolah murah. Sebenarnya beaya sekolah kan sudah murah, yang mahal biaya hidup siswanya,” jelas Sutrisno.

Sementara itu menurut data yang diperoleh dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), tercatat angka putus sekolah 1,75 %. TNP2K juga mencatat aprtisipasi pendidikan tidak terlalu tinggi. Dari Angka Partisipasi Kotor (APK) SD sebesar 110,72, Angka Partisipasi Murninya (AMP) tercatat 99,37.  (bek)