Disiplin Nasional Berawal Dari Disiplin Diri Sendiri

729

Sucipto – Kedisiplinan merupakan kunci keberhasilan dalam berbagai hal. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa untuk mencapai suatu maksut dan tujuan baik pribadi maupun golongan, harus memiliki komitmen kuat atas segala hal dan menjunjung tinggi sebuah kedisiplinan.

Begitu pula dalam sebuah Negara. Untuk mencapai kemajuan Negara dan kemakmuran sebuah bangsa, maka kedisiplinan adalah salah satu kunci yang dapat mencapai hal tersebut. Kedisiplinan dalam melaksanakan undang – undang dan peraturan yang telah dibuat dan dilaksanakan dalam konsep kebangsaan.Seluruh infrastruktur Negara harus bergerak, komitmen dan aktif sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.

Namun, sebelum mengarah pada pemahaman dan pelaksanaan kedisiplinan tersebut, sebuah Negara harus memiliki warga Negara yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, komitmen dengan hukum, dan berani untuk selalu intropeksi diri, dan terus berusaha mendisiplinkan dirinya masing.

Artinya, Kedisiplinan Nasional harus dimulai dari kedisiplinan pribadi masing – masing setiap warga Negara. Seluruh elemen bangsa harus menjalankan perannya sesuai tempat dan tanggung jawabnya masing – masing.

Misalnya, Kedisiplinan individu seorang warga Negara adalah dengan mentaati peraturan yang ada dalam sebuah tata pemerintahan dan kemasyarakatan. Bagaimana seseorang mampu mendisiplinkan dirinya dengan mematuhi undang – undang yang berlaku, pengendara kendaraan bermotor harus mendisiplinkan dirinya dengan memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM), seorang pengendara di jalan harus mematuhi rambu – rambu lalu lintas yang ada, seorang muslim harus menjalan kewajibannya sebagai muslim seperti sholat 5 waktu dan rukun islam yang lain, seorang Nasrani harus berangkat ke gereja pada waktunya, dan seorang warga Negara harus memiliki identitas yang sah sesuai peraturan yang ada.

Begitu pula perusahaan yang ada di Negara ini harus mendisiplinkan diri dengan menjalankan semua peraturan perundang – undangan baik Undang – Undang Perseroan Terbatas, Undang Undang Penanaman Modal, Undang – Undang Ketenagakerjaan, serta tepat dan taat dalam pembayaran pajak.

Jika setiap individu dan elemen bangsa ini berani dan mampu untuk komitmen menjalankan kedisiplinan dirinya masing – masing, maka secara global, kedisiplinan Nasional menjadi sesuatu yang secara otomatis dapat kita raih bersama.

Dari sebuah kedisiplinan bersama dalam lingkup Nasional, akan melahirkan suatu tata kelola pemerintahan yang baik dan berwibawa. Pemerintah disiplin dalam menjalankan tugasnya sebagai eksekutif, anggota Dewa Perwakilan Rakyat disiplin menjalankan tugasnya sebagai wakil dan aspirator rakyat, seorang aparat keamanan disiplin menjalankan tugasnya sebagai penjaga stabilitas kemanan tanpa tendensi pribadi atau golongan tertentu, dan seluruh rakyat disiplin dengan semua kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai warga Negara, maka bangsa ini akan menjadi bangsa besar yang mandiri dan berwibawa di mata dunia.

Seluruh stabilitas Nasional, baik ekonomi, poltik dan budaya berpijak pada seberapa teguh dan komitmen bangsa ini melaksanakan semua peraturan yang sudah disepakati bersama dalam undang –undang. Bukan sebaliknya, peraturan, hukum dan undang – undang yang ada hanya akan menjadi alat untuk mencari celah permainan politik dan birokrasi. Seperti anekdot birokrasi yang dulu sering kita dengar, “Jika bisa dipersulit kenapa dipercepat”.

Sekaranglah saatnya kita berbenah. Untuk menjadi bangsa yang besar, maka seluruh elemen bangsa harus berani memiliki jiwa yang besar. Disiplinkan diri masing – masing, kemudian bersatu dalam kebersamaan mewujudkan kedisiplinan Nasional. Saatnya kita berdiri tegak dan menjadikan Indonesia lebih berwibawa di mata dunia.  (Sucipto, S.H, M.H, M.Kn/Kepala Humas Ditjen AHU Kemenkumham)