Distributor Pupuk Subsidi Tandatangani SPJB

kabartuban.com – Petrokimia Gresik bersama distributor dan kios pupuk bersubsidi di Kabupaten Tuban menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) tahun 2017. Penandatanganan tersebut dilakukan untuk meminimalisir penyimpangan pupuk bersubsidi.

Supervisor PT Petrokimia Gresik, Dianto Hadi menyatakan, melalui penandatanganan SPJB, diharapkan distributor maupun kios pengecer lebih disiplin dalam menyalurkan pupuk bersubsidi. Bahkan mereka harus ikut mengawasi penjualan pupuk bersubsidi dari tingkat kios ke petani.

“Selain itu distributor diharapkan ikut mengawasi penjualan pupuk bersubsidi di tingkat pengecer atau kios” terangnya saat mendatangi acara koordinasi dan peanandatanganan SPJB bersama distributor di Kabupaten Tuban yang betempat di Gedung pertemuan Kodim 0811 Tuban, Rabu (8/2/2017).

Masih terang Dianto, berkurangnya alokasi pupuk bersubsidi di Tahun 2017 ini, pihaknya juga meminta dukungan dari pihak pemerintah Kabupaten Tuban beserta DPRD Tuban agar ke depan pihaknya bisa mengawal sampai ke provisi untuk pengajuan penambahan alokasi pupuk bersubsidi. Tahun 2017 ini jatah pupuk bersubsidi untuk Tuban sebanyak 110.546 ton. Sedangkan tahun lalu lebih banyak hingga mencapai120.504 ton. Sehingga, pada tahun ini kuota pupuk bersubsidi berkurang sebanyak 9.958 ton.

Semetara itu, Nefi, selaku distributor KSU  Jaya Bersama menyatakan, dengan adanya penandatanganan SPJB bersama pihak Petrokimia Gresik, ke depan akan menjadi tangungjawab besar bersama kios resmi yang ada di Tuban, agar dalam pendistribusian pupuk subsidi tepat sasaran.

“Selam ini  kios sendiri tanggung jawabnya cukup besar. Karena kios ujung tombak dari pendistribusian pupuk bersubsidi. Kios yang berhadapan langsung dengan pengguna pupuk,” tuturnya.

Nefi mengaku, berkurangnya pupuk tahun ini, diharapkan tidak menimbulkan polemik di lapangan. Ke depan  pihaknya akan  berkoordinasi dengan Komandan Koramil, sehingga ketika terjadi permasalahna di lapangan bisa segera ditindaklanjuti.

“Kami memang sudah mengetahui, kalau jumlah alokasi pupuk berkurang tahun ini. Hal ini juga sudah kami sampiakan ke kios-kios resmi agar bisa menjelaskan ke kelompok tani. Dengan begitu diharapkan, tidak terjadi gejolak terkait kelangkaan pupuk,” jelasnya. (har)

 

 

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya