Dituding Mencuri HP, Seorang Remaja Disekap

410

IMG_20140927_134300kabartuban.com – Dituding mencuri Handphon (HP), seorang remaja disekap disebuah show room serta mengalami penyiksaan.

Nasib tragis tersebut dialami Andi Arman (17), warga Kelurahan Sukolilo, Gang V, Kecamatan Tuban, remaja belasan tahun itu, mengalami penyiksaan dan disekap oleh sejumlah tersangka, lantaran disuruh mengakui telah mencuri telpon genggam, disebuah counter HP sekaligus berfungsi sebagai Show room mobil milik salah seorang tersangka.

Penyekapan terhadap remaja lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebut, terjadi pada jum’at (19/9/14) hingga sabtu (20/9/14), bermula saat korban didatangi Indri yang diduga pemilik salah satu show room mobil, yang berada di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang.

Saat ditemui awak media Senin (29/9/14), Andi Arman seorang korban penganiayaan tersebut menyampaikan,¬† ”Saya dipanggil Mbak Indra katanya mau diajak untuk bekerja. Kemudian saya langsung datang ke show room milik Mbak Indra,”

Setelah mendapatkan tawaran kerja tersebut, Andi langsung datang ke Show Room yang dimaksud, namum sesampainya disana, korban langsung diintrogasi oleh sejumlah orang, dan disuruh mengakui telah mencuri HP milik salah seorang tersangka.

”Ada empat orang. Saya terus dipaksa untuk mengakui kalau saya mencuri HP, tapi saya tidak mau ngaku, karena saya tidak pernah mencuri. HPnya saja saya tidak tahu,” ujar Andi

Karena merasa tidak mengambil HP milik tersangka, Andi bersikukuh tidak mau mengakuinya, hingga akhirnya remaja kelahiran 1997 tersebut, mengalami penyiksaan oleh sejumlah orang yang mengintrogasinya

”Jari-jari tangan saya ditang, kaki saya disulut rokok, kemudian mulut serta mata saya dilakban” ungkap Andi.

Menurut pengakuan korban, dia ditelanjangi serta diikat oleh para pelaku, korban juga sempat dibawah ke alas Jati Peteng Kecamatan Jenu  dan disiksa selama beberapa jam, agar mengakui telah mencuri HP.

“Saat dihutan, dalam kondisi telanjang, saya sempat diikat dipohon, saya tidak mengakui, karena saya tidak mencuri, akhirnya saya dibawa kembali ke show room, milik mbak indra” terangnya (Pul)