kabartuban.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Tuban pada Senin (12/01/2025) meninggalkan catatan serius pada bangunan publik bernilai miliaran rupiah. Instalasi Perawatan Intensif Terpadu (IPIT) yang berlantai 5, RSUD dr. R. Koesma Tuban dilaporkan mengalami kerusakan, setelah partisi, kaca, dan kusen jebol diterjang angin.
Ironisnya, gedung yang dibangun dengan nilai kontrak mencapai Rp58 miliar tersebut baru sekitar sebulan diresmikan. Padahal, sejak awal pengerjaan proyek ini sudah diwarnai keterlambatan penyelesaian. Kini, usia bangunan yang masih sangat muda justru diuji oleh cuaca ekstrem.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. R. Koesma, dr. Erwin Era Prasetya, membenarkan adanya kerusakan pada gedung IPIT tersebut. Menurutnya, angin kencang langsung menghantam sisi utara gedung karena tidak adanya penghalang.
“Waktu itu hujan deras disertai angin. Karena di sisi utara tidak ada bangunan atau penghalang, angin langsung menerpa gedung,” ujar dr. Erwin saat dikonfirmasi Selasa (13/01/2025).
Ia menjelaskan, saat ini tanggung jawab perawatan gedung sepenuhnya berada di pihak rumah sakit. Hal itu lantaran masa retensi proyek telah berakhir pada September 2024 lalu.
Adapun kerusakan yang teridentifikasi meliputi partisi ruangan, kaca, serta kusen di lantai 5. Namun, pihak RSUD belum dapat memastikan besaran nilai kerugian akibat kejadian tersebut.
“Soal nilai kerugiannya kami belum bisa menilai, karena itu bukan ranah kami,” tambahnya.
Meski demikian, dr. Erwin menegaskan bahwa insiden tersebut tidak mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pasalnya, lantai 5 gedung IPIT hingga kini memang belum difungsikan.
“Lantai itu masih belum digunakan karena masih melengkapi sarana dan prasarana. Ke depan rencananya akan difungsikan sebagai ruang operasi,” jelasnya.
Kerusakan pada gedung IPIT ini memantik tanda tanya publik. Bagaimana mungkin bangunan fasilitas kesehatan dengan anggaran puluhan miliar rupiah mengalami kerusakan hanya karena terpaan angin, Selain mahal, proyek yang sempat molor ini kini kembali disorot dari sisi kualitas pengerjaan.
Peristiwa tersebut menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Tuban agar lebih cermat dan selektif dalam memilih rekanan kontraktor, terutama untuk proyek-proyek strategis yang menyangkut pelayanan publik dan keselamatan pengguna bangunan. (fah)
