Guru SMA Al Huda BAS, Meninggal Dalam Lakalantas

kabartuban.com – Pengendara kendaraan yang melintas di jalur Deandles, Tuban-Lamongan, saat ini harus ekstra hati-hati, menyusul semakin padatnya kendaraan besar yang melintasi jalur tersebut.

Padatnya kendaraan besar yang melintas merupakan dampak ditetapkan jalur tersebut sebagai jalur alternatif pasca ambruknya Jembatan Babat Widang, Kabupaten Tuban pada selasa Lalu.

Pagi tadi, Kamis (19/4/2018) seorang wanita yang mengendarai sepeda motor dilaporkan menjadi korban kecelakaan lalulintas di jalur Kabupaten Tuban menuju Lamongan, tepatnya di jalan raya Tuban-Palang, Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang. Akibat kecelakaan tersebut, pengendara motor meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Pengendara motor meninggal dunia di lokasi kejadian, ” kata Kanit Laka, Satuan Lalulintas Polres Tuban, IPTU Nungky Sambodo.

Adapun kejadian kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Beat Nopol S-4573-HT yang dikemudikan Linda Sulistiyani, 25 Tahun seorang tenaga pendidik yang merupakan warga Palang, Kabupaten Tuban melaju dari arah timur untuk mengajar di SMA Al Huda Bina Anak Sholaeh (BAS) Tuban.

Saat itu, korban akan mendahului kendaraan didepannya, namun naas dari arah berlawanan melaju Dump Truk bernopol B-9230-UO yang dikemudikan Kasnoto, (34), warga Kradenan, Kecamatan Palang, karena jarak yang terlalu dekat, kecelakaan tidak dapat dihindarkan.

“Sewaktu mendahului kendaraan Dump Truk yang tidak diketahui identitasnya, pandangan korban tidak bebas, pada saat yang bersamaan dari arah berlawanan, berjalan Dump Truk sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas,” jelas Nungky.

Saat ini kasus kecelakaan tersebut sudah ditangani Unit Laka Lantas Polres Tuban, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, mengevakuasi korban dan meminta keterangan sejumlah saksi.

“Kami memghimbau masyatakat agar hati-hati dijalan, karena jalur sedang padat saat ini, ” Imbau Nungky.

Untuk diketahui, jalur Daendles Tuban menuju Lamongan, mulai Kecamatan Palang hingga Paciran Kabupaten Lamongan, menjadi jalur pengalihan, pasca jembatan Babat Widang ambruk benerapa hari lalu, jalur yang semula cukup lengang menjadi padat oleh kendaraan angkutan besar yang tidak dipebolehkan melintas jalur jembatan Babat Widang.

“Jalanya mulai kemarin sudah ramai, dialihkan kesini, ” ujar Suherman, warga Kecamatan Palang. (Luk)

Populer Minggu Ini

Desa Digital di Tuban Dikeluhkan: Bayar Mahal, Internet Justru Lemot

kabartuban.com - Program internet gratis atau Desa Digital di...

DPRD Tuban Semprot Rencana RTH, Dinilai Belum Mendesak, Infrastruktur Jalan Lebih Prioritas

kabartuban.com - Rencana pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di...

Bupati Klaim LPG 3 Kg Clear, Warga Masih Harus Berburu dengan Harga 25 Ribu

Editorial – Mentari pagi belum tinggi, namun panas terik sudah...

Aksi Senyap Pembalak Liar Terbongkar, Polisi-Perhutani Amankan Kayu Jati Ilegal

kabartuban.com - Upaya penindakan terhadap praktik penebangan liar di...

Kebijakan Berubah Setelah Di Protes Warga: Rekrutmen SPPG Rengel Disorot Minim Transparansi

kabartuban.com - Polemik rekrutmen tenaga kerja di Satuan Pelayanan...

Artikel Terkait