Hansip, Fungsi Keamanan Jadi Tukang Parkir

778

Hansipkabartuban.com – Pasukan Hansip (Pertahanan Sipil) yang dulu menjadi menjadi bagian dari satuan keamanan Indonesia, kini tak lagi banyak fungsi dalam hal keamanan. Justru sejumlah Hansip lebih banyak difungsikan sebagai tukang parkir pada acara – acara tertentu dan hajatan masyarakat.

Saat ditemui wartawan media ini di salah satu acara, seorang Hansip tua mengatakan, “Saya jadi Hansip sudah sejak lama, sejak masih muda. Kalau dulu memang banyak tugas keamanan, khususnya di tingkat kelurahan atau desa. Tapi sekarang sudah jarang, paling kalau ada acara seperti ini kita ikut sekalian jaga parkir. Lumayan dapat bagian hasil parkir juga,” katanya, Minggu (9/3/2014)

Menurut referensi kabartuban.com di salah satu situs Ensiklopedia, disebutkan bahwa Hansip adalah satuan keamanan di Indonesia. Kata hansip sendiri adalah kependekan dari Pertahanan Sipil. Saat ini Hansip berubah menjadi Linmas.

Pada jaman kejayaannya, pihak militer memberikan pelatihan bagi Hansip dan memberi mereka persenjataan. Pasukan Hansip dibentuk di setiap desa, dan anggotanya diangkat dari masyarakat.

Sebagai dasar hukum dari pembentukan milisi sipil Hansip adalah Undang-undang No. 20/1982 mengenai Pokok-Pokok Keamanan dan Pertahanan Negara, yang mengakui hak setiap warga negara untuk membela negara.

Tidak hanya itu, menurut salah satu seorang pelaku sejarah, Mbah Jaelani warga Kelurahan Sidorejo mengatakan, “Dulu Hansip tidak sekedar menjadi satuan keamanan rakyat. Namun Hansip juga merupakan mesin politik Golkar (belum disebut Partai). Hansip juga yang ikut memaksa masyarakat setiap pemilu untuk memilih Golkar,” kenangnya.

“Dulu itu, orang jadi Hansip wes mlete (sudah sok; red), tapi sejak runtuhnya rezim pak Harto. Banyak Hansip yang jadi sasaran warga, karena dulu pas waktu Harto berkuasa, banyak oknum Hansip yang semena – mena pada orang yang tidak mau “nyoblos” Golkar,” lanjutnya.

Sementara itu, seorang sesepuh setempat, Mbah Di mengatakan hal yang agak berbeda. Menurut Mbah Di, “Apa pun yang diomongkan Mbah Jaelani, aku gak bisa nyangkal. Tapi keberadaan Hansip di jaman dulu juga sangat membantu masyarakat. Paling tidak situasi lingkungan jadi lebih aman dan nyaman karena ada keamananan masyarakat yang terus siaga. Cuma sayangnya, sekarang Hansip gak begitu Diopeni (diperhatikan; red). Bahkan banyak Hansip yang sudah tua, dan nggak ada kadernya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Mbah Di mengatakan, “Hansip jadi tukang parkir itu sudah dimana – mana sekarang. Mau gimana lagi, daripada nggak ada kerjaan, lumayan dapat bagian dari parkir,” tuturnya sambil tersenyum.

Referensi Wikipedia Indonesia menuliskan, Organisasi Pertahanan oleh masyarakat sipil bertanggung jawab atas hal-hal yang terkait dengan keamanan dan keteraturan, dan harus membantu rakyat di pedesaan dalam kondisi darurat. Hansip berada di bawah pengawasan Bupati dan Gubernur pemerintah daerah. (im)