Harga Minyak Goreng Turun, Masyarakat Panic Buying

6
Foto ilustrasi.

kabartuban.com Harga minyak turun, masyarakat berbondong-bondong serbu minimarket seperti Indomaret dan Alfamart. Pasalnya pembelian minyak dengan harga Rp14.000 tersebut maksimal 1 pcs per orang. Tidak heran jika masyarakat banyak berebut minyak dengan harga tersebut.

Setelah Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI menetapkan harga minyak goreng turun mulai tanggal 19 Januari 2022, kini harga minyak goreng berada di angka Rp14.000 per liter untuk penjualan ritel.

Menteri Perdagangan, Muhammad Luthfi, mengungkapkan, harga minyak goreng turun menjadi Rp14.000 per liter tidak terbatas hanya untuk kemasan ekonomis. Harga minya goreng Rp14.000 per liter itu juga untuk kemasan jerigen 25 liter.

“Oleh sebab itu pemerintah melalui Kementerian Perdagangan, mengumumkan kebijakan minyak goreng satu harga, melalui kebijakan ini, seluruh minyak goreng, baik kemasan premium maupun sederhana akan dijual setara Rp14.000 per liter, atau semua jenis kemasan baik kualitas premium, maupun sederhana dengan ukuran mulai dari 1 liter sampai dengan jerigen 25 liter, diperuntukkan untuk kebutuhan rumah tangga, serta usaha mikro dan usaha kecil,” ungkap Luthfi.

Di Kabupaten Tuban sendiri, pada salah satu Alfamart di Jl. Pahlawan mengatakan bahwa minyak goreng di tokonya sudah habis di serbu masyarakat, meski dibatasi hanya bisa membeli 1 pcs per orang mereka tetap memiliki cara supaya bisa membeli minyak berulang-ulang.

“Saat ini stok kosong, sudah diborong masyarakat kemarin, meskipun pembelian dibatasi 1 pcs per orang mereka tetap melakukan pembelian berkali-kali dalam satu hari, bahkan ada yang membawa anggota keluarganya untuk melakukan transaksi supaya tidak melebihi batas yang ditentukan,” ucap Reni, salah satu karyawan Alfamart di Jl. Pahlawan, Kamis (20/01/2022).

Berbeda dengan pedagang ritel di Pasar, mereka masih menggunakan harga Rp18.000 – Rp20.000 per kilonya. Mereka mengaku sempat mencari minyak goreng dengan harga Rp14.000 tersebut, namun sudah kehabisan stok.

“Minyak di sini masih dengan harga Rp18.000-Rp20.000, tadi malam saya cari yang harga Rp14.000 sudah tidak ada, katanya sudah habis,” jelasnya.

Dengan kehadiran minyak harga Rp14.000 yang dijual di minimarket atau supermarket akan memberikan dampak buruk kepada penjual minyak ritel di Pasar. Pasalnya harga jual merela jauh lebih mahal dari harga jual toko supermarket karena harga beli mereka masih dengan harga lama. (nat/din)