Kades : Tanggul Bojonegoro Dibangun, Banjir di Tuban Makin Parah

365

kabartuban.com – Para petani dari dua Kecamatan di Tuban yang mengadakan aksi unjuk rasa, akhirnya mendapat tanggapan dari Wakil Bupati Tuban. Sejumlah perwakilan dan kepala desa di izinkan masuk kantor pemkab untuk ditemui wakil Bupati Tuban Noor Nahar.

Dihadapan Wabup, Para Kades meminta supaya pembangunan tanggul di bantaran Sungai Bengawan Solo segera dilakukan. Karena dengan adanya luapan air dari bengawan, warga selalu dihantui dengan kerugian baik materiil maupun non materiil. Utamanya pada sektor pertanian.

“Kami hanya menyampaikan apa yang dirasakan rakyat kami. Karena mereka yang memilih kami,” terang Kades Sumberrejo, Suhadi, yang juga menjadi ketua Forum Kepala Desa Daerah Sungai Bengawan Solo dan Sekitarnya.

Kades Kanorejo, Suyanto, menambahkan, kalau banjir terasa sangat parah dirasakan warga sejak dua tahun terakhir. Dimana ada pembangunan tanggul sebelah kanan di Bengawan Solo, tepatnya di Kecamatan Kanorejo, Kabupaten Bojonegoro. “Sejak tanggul disebelah kanan (wilayah Bojonegoro) dibangun, airnya mengalir deras ke desa yang masuk wilayah Tuban,” tambah Suyanto.

Untuk itu, dia meminta supaya pembangunan tanggul juga dilakukan di wilayah Kabupaten Tuban, utamanya di Kecamatan Rengel yang paling parah terendam banjir tahun ini. Sehingga pembangunan tanggul mutlak diperlukan untuk menyelamatkan potensi pertanian yang ada disana. “Kami tahu semua kewenangan ada di pusat, makanya kami siap membantu Pemkab Tuban untuk meminta hal ini ke pemerintah pusat,” tambah Suyanto.

Dalam kesempatan itu, para Kades juga memberikan data kerugian yang dialami warga. Selain itu juga menyertakan rekaman yang diambil para warga ketika banjir menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Rengel.

Tidak hanya menerima perwakilan dan para kades pengunjuk rasa. Wabup beserta sejumlah pimpinan terkait juga akhirnya menemui para pengunjuk rasa yang berada di depan kantor Pemerintah Kabupaten Tuban. (kh/im)