kabartuban.com – Kebutuhan buah dan sayur di Pasar Baru Tuban hingga hari ini masih terbilang tinggi, namun kebutuhan tersebut masih dipasok dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Tuban.
“Sayang sekali, semua dari luar daerah, padahal potensi pasarnya cukup bagus,” terang Pedagang buah di kawasan Pasar Baru Tuban, Sarino kepada kabartuban.com, Jum’at (29/9/2016).
Sarino melanjutkan, selama ini sayur seperti wortel, kubis, kentang, tomat, hingga sawi didapatkan dari Kediri dan Malang tidak ada satupun komoditi sayuran yang berasal dari petani lokal.
“Sebenarnya di Tuban bukan tidak ada sayur, hanya saja produksinya tidak terlalu banyak, makanya pedagang mendatangkan sayur dari luar daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tuban, Suparno, mengaku jika buah dan sayur di Tuban belum terlalu banyak, Namun demikian Dinas sudah menggalakan produksi di masing masing kecamatan, termasuk menerapkan berbagai teknologi dan inovasi.
“Upaya selau dilakukan dinas pertanian, kita juga mulai menggalakan dikecamatan-kecamatan,” katanya.
Diakui Suparno, jika kabupaten Tuban saat ini sudah mampu berswasembada pangan, bahkan masuk katagori 8 kota penopang pangan Provinsi jawa timur. Tetapi untuk buah dan sayur masih proses awal menuju swasembada tersebut.
“Masing – masing Kecamatan kita bentuk kawasan produksi penghasil buah menurut potensi daerahnya. Proyeksi Kecamatan Merakurak, Bangilan, dan Jenu sebagai penghasil Mangga serta cabai. Sebut Suparno ini. (har)
