Kepala Desa Wadung Bantah Warga Kampung Miliarder Jatuh Miskin

36
Gambar ilustrasi.

kabartuban.com – Setelah banyaknya berita yang beredar beberapa hari terakhir, terkait salah satu Kecamatan di Kabupaten Tuban yang dikabarkan masyarakatnya jatuh miskin akibat menjual tanahnya kepada Pertamina Rosneft, kini hal tersebut ditampik oleh Kepala Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

“Kami selaku Pemerintahan Desa Wadung harus netral dan meluruskan hal ini yang disampaikan viral itu memang nggak ada yang katanya jatuh miskin itu ya, cuma hanya beberapa warga kami memang masih belum ada tambahan perektrutan sehingga belum ada pendapatan. Oleh sebab itu, kalau disampaikan jatuh miskin aktualnya di desa kami nggak ada dan tetap stabil,” tegas Sasmito, Kades Wadung saat ditemui reporter media ini di kantornya, Kamis (27/01/2022).

Bagi warga yang terdampak sendiri, Kepala Desa Wadung membeberkan bahwa sampai hari ini untuk relokasi yang telah disiapkan dari pertamina belum selurunhnya terealisasi.

“Yang sudah relokasi itu rata-rata mandiri, banyak warga yang kepingin ada yang berdomisili tetap di Desa Wadung dan ada beberapa yang sudah relokasi di desa tetangga kami,”ungkapnya.

Lanjut Sasmito, dirinya berharap agar perusahaan tanggap terhadap hal-hal tersebut, di mana terdapat beberapa warga yang perlu dipekerjakan untuk menyambung kehidupan.

Sementara itu, salah satu warga Desa Wadung, Sulikan (52) yang juga ikut terdampak dan melakukan relokasi di Kampung Baru mengatakan bahwa dirinya menjual tanahnya senilai Rp119 juta yang kemudian digunakan untuk membangun rumah yang saat ini tengah ditempati oleh istri dan kedua anaknya.

Lebih lanjut pria paruhbaya ini berharap agar Pertamina Rosneft dapat mengutamakan warga sekitar untuk dapat bekerja di perusahaan kilang minyak terbesar se Asia Tenggara tersebut.

“Pihak Pertamina benar-benar harus mengutamakan warga desa Wadung, Tadahan, Galboro, sama Ringin yang benar-benar kena dampaknya dikasih pekerjaan semua jangan pilih-pilih,”harapnya.

Ditemui di tempat berbeda, Yuwatin (42) warga Desa Sumurgeneng mengaku setelah mendapatkan uang senilai Rp2,5 miliar, dirinya lantas membelikan kembali tanah untuk dijadikan ladang pencahariannya sebagai petani.

“Saya belikan tanah di Ringin untuk bertani dan ditanami jagung, cabai, kacang tanah,” jelasnya. (hin/dil)