Komisi B Minta Operasi Pasar, Wabup Nilai Tak Perlu

kabartuban.com- Komisi B Dewan Perwaklan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, mendorong agar pemerintah kabupaten (Pemkab) segera melakukan operasi pasar pada sejumlah pasar tradisional menyusul harga cabai yang terus megalami peningkatan. Bahkan dalam pekan ini cabai menembus hingga Rp150.000/kilogram untuk jenis cabe rawit merah.

Ketua Komisi B DPRD Tuban, Karjo mengatakan, harga cabe ini tidak saja menyulitkan konsumen karena semakin tidak terjangkau harganya, namun juga para pedagang karena menurunya daya beli masyarakat yang berimbas omset mereka turun. Disamping itu munculnya dugaan adanya spekulan harga membuat keuntungan besar haya dinikmati segelintir orang.

“Kalau mahal ini dari petani bagus, karena petani kita bisa menikmati harga cukup baik, sayangnya dari petani harganya juga tidak semahal itu,” kata Karjo (21/2/2017).

Karjo juga menilai Pemkab lamban bertindak, padahal mahalnya harga cabai ini sudah dirasakan lebih dari dua bulan terakhir, terhitung sejak pertengahan Desember lalu. Mestinya pemerintah melalui dinas terkait segera melakukan sidak untuk mengidentifikasi penyebab tigginya harga cabai dan langkah penangananya.

“Kita segera akan komunikasikan dengan dinas terkait, jangan sampai ini terkatung-katung, kasihan konsumen dan pedagangnya,”  jelas Karjo.

Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga meminta Pemkab mulai saat ini diminta segera memiliki konsep dalam rangka mengatur tata niaga cabai yang dinilai masih lemah.

“Tata niaga kita masih lemah, dan pola tanam ini mestinya juga kudu diatur agar saat musim tertentu tidak over produksi dan musim lainya sangat kekurangan,” katanya.

Sementara itu, menanggapi hal pernyataan ketua komis B DPRD Tuban, Wakil Bupati Tuban, Ir.H.Noor Nahar Hussein, M.Si menegaskan tidak akan menggelar operasi pasar di Tuban. “Kelihatanya tuban tidak ada,” katanya.

Dijelaskan pula oleh mantan Ketua Kadin Tuban sebelum menjabat sebagia Wabub, bahwa operasi pasar hanya akan menekan petani cabai di Kabupaten Tuban, sebab jika operasi pasar dilakukan otomatis akan menurunkan harga dan petani cabai khususnya bisa saja mengalami kerugian saat harga turun setelah operasi pasar.

“Operasi pasar akan menekan warga saya yang petani cabai, petani cabai menikmati harga ini tidak sampai sebulan mas, kasihan karena cabai ini resiko ruginya juga tinggi,” tegas Wakil Bupati Tuban itu. (Luk)

Populer Minggu Ini

Air Mata AMT Tuban Pecah, Aksi Mogok Berujung Buntu, Dua Rekan Tetap Dipecat

kabartuban.com - Harapan ratusan Awak Mobil Tangki (AMT) di...

235 Desa di Tuban Masih ‘Gigit Jari’, Dana Desa Belum Cair Hingga April

kabartuban.com - Penyaluran Dana Desa (DD) di Kabupaten Tuban...

Ketegangan Memuncak di TBBM Tuban, AMT Tantang Tekanan PHK Massal

kabartuban.com - Ketegangan antara ratusan Awak Mobil Tangki (AMT)...

AMT Mogok Total, Distribusi BBM Tuban Kolaps dalam Hitungan Jam

kabartuban.com - Roda distribusi bahan bakar minyak (BBM) di...

Skema 50:50 ASN Tuban Dimulai, Separuh Pegawai Resmi WFH Tiap Jumat

kabartuban.com - Pemerintah Kabupaten Tuban mulai mengubah wajah birokrasi...

Artikel Terkait