Korban Bertambah, Tekanan Muncul: Kasus Bullying SMP di Jenu Kian Memanas

kabartuban.com – Kasus perundungan siswa SMP yang sempat viral di media sosial kini berkembang lebih serius. Tidak hanya satu kejadian, aksi kekerasan tersebut diduga berlangsung berulang dengan korban yang terus bertambah.

Fakta terbaru mengungkap adanya korban lain pada Rabu, 15 April 2026. Seorang siswa, yang identitasnya dirahasiakan, mengaku menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah kakak kelas pelaku yang disebut sama seperti dalam video yang sebelumnya beredar.

Peristiwa itu terjadi di dalam ruang kelas. Korban awalnya dipanggil dengan iming-iming akan diberi jajan. Namun setibanya di lokasi, ia justru dipaksa berkelahi dengan temannya yang juga korban dalam video viral tersebut.

“Saya disuruh berantem, tapi kami menolak. Akhirnya mereka memukul,” ujar korban.

Penolakan itu berujung kekerasan. Korban mengaku ditendang dan dibanting hingga mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah dan kepala. Bahkan, ia sempat mengalami sesak napas sebelum akhirnya aksi para pelaku dihentikan.

Tak hanya kekerasan fisik, korban juga mengaku mendapat ancaman agar tidak melapor. Ia dipaksa mengarang cerita bahwa luka yang dialami akibat terbentur.

“Saya disuruh bilang kalau ini karena terbentur pintu,” katanya.

Ironisnya, setelah melakukan penganiayaan, salah satu pelaku sempat mengompres luka korban menggunakan es batu, sebelum meninggalkannya dalam kondisi lemas hingga sempat pingsan.

Korban kemudian ditemukan temannya dan dibawa ke ruang guru sebelum akhirnya dipulangkan. Kondisinya yang penuh luka membuat orang tua curiga. Setelah didesak, korban akhirnya berani menceritakan kejadian yang dialaminya.

Orang tua korban mengaku terkejut melihat kondisi anaknya dan segera membawanya ke fasilitas kesehatan. Saat di puskesmas orang tua pelaku sempat menjenguk korban sebagai i’tikad baiknya. Akan tetapi karena puskesmas tidak sanggup dan menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit.

“Orang tua Pelaku tadi menwarkan untuk proses rujukan ke rumah sakit menggunakan mobilnya,”

Disaat hendak dirawat dan menulis berkas administrasi, orang tua Pelaku yang menulis kronologi dalam adiminstrasi tersebut. Namun, di tengah proses penanganan medis, muncul dugaan tekanan dari pihak pelaku.

Dalam pengisian berkas administrasi, kronologi kejadian disebut diubah menjadi “jatuh dari pohon”. Orang tua korban mengaku dipaksa menandatangani dokumen tersebut.

“Saya dipaksa menurut dan menandatangani saja berkas tersebut,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, saat anaknya dirawat, ia juga mengaku mendapat intimidasi agar menyelesaikan kasus secara damai dan tidak melanjutkan ke ranah hukum.

Namun keluarga korban menolak. Mereka memilih melanjutkan proses hukum setelah video perundungan tersebut viral dan memicu perhatian publik.

Pihak sekolah, melalui Kepala SMP Sabilul Muhtadin Karangasem, Abdul Rochim, menyatakan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada kepolisian.

“Saya serahkan kepada kepolisian mas, semoga menjadi bahan evaluasi agar kejadian tersebut tidak terulang,”

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban menyatakan keprihatinan mendalam. Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Irma Putri Kartika, mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen terhadap korban, pelaku, dan lingkungan sekolah.

“Korban harus mendapatkan penanganan serius, sementara pelaku yang masih di bawah umur juga perlu pendampingan,” ujarnya.

Dinas juga menggandeng Dinsos P3A PMD untuk memberikan pendampingan profesional bagi korban. Selain itu, sanksi terhadap sekolah tengah dipertimbangkan sebagai bentuk evaluasi.

Sementara itu, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tuban Sutikno, memastikan kasus masih dalam tahap penyelidikan.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan. Upaya pencegahan dan pengawasan kini menjadi fokus utama agar praktik perundungan tidak lagi terjadi di lingkungan sekolah. (fah)

Populer Minggu Ini

Festival Alam Lestari ; Upaya RPS Ikut Jaga Ekosistem Air dan Kelestarian Lingkungan

kabartuban.com – Satu hal yang tak ditinggalkan oleh Ronggolawe Press...

Gelar Festival Alam Lestari, RPS Tanam Pohon dan Tebar Puluhan Ribu Benih Ikan di Tuban

kabartuban.com – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan terus digaungkan oleh...

Perundungan di Sekolah, Siswa SMP di Jenu Dikeroyok Kakak kelas Sendiri

kabartuban.com - Sebuah video berdurasi singkat, hanya 18 detik,...

Beraksi Hingga Lima Kali, Pencuri di Lingkungan Ponpes Langitan Ditangkap

kabartuban.com - Aksi pencurian yang terjadi di lingkungan Pondok...

SBI Borong 3 PROPER Hijau 2025, Bukti Transformasi Industri Semakin Ramah Lingkungan

kabartuban.com - Upaya industri semen menekan emisi dan mengelola...

Artikel Terkait