Lebih Dari 3000 Orang Positif Corona, Aktivitas Warga Tuban Tampak Biasa

kabartuban.com – Lebih dari 3000 orang di Kabupaten Tuban terkonfirmasi positif Covid-19, dari jumlah tersebut tercatat angka kematian karena virus corona di atas 300 orang. Namun tingginya angka Covid-19 tidak terlihat membuat panik sebagian besar warga Tuban, aktivitas tetap berjalan sebagaimana biasanya dengan menyesuaikan berbagai aturan yang ada, Sabtu (20/02/2021).

Data Diskominfo Tuban pertanggal 19 Februari pukul 18.00 WIB menyebutkan masyarakat Tuban yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 3098 orang. Dari jumlah tersebut, 2631 orang diantaranya dinyatakan sembuh, 142 orang dirawat, dan 325 orang meninggal dunia.

Dalam kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tuban juga sempat memberlakukan berbagai pembatasan sebagaimana program Pemerintah Pusat. Namun sejumlah masyarakat yang ditemui kabartuban.com tidak mau ambil pusing dengan situasi pandemi saat ini dan memilih tetap melakukan aktivitas seperti biasanya. Sebagian besar dari mereka terpicu oleh faktor ekonomi, sehingga tetap beraktifitas di tengah pandemi.

“Saya bukan tidak percaya, percaya lah kalau corona itu ada. Tapi kalau terus disuruh di rumah saja ndak beraktifitas, ndak kerja, ndak jualan karena takut corona, haduh berat sekali,” kata seorang pedagang di alon-alon Tuban yang tidak mau disebut namanya.

Kepada wartawan media ini pedagang mainan tersebut mengaku sebagian besar masyarakat Tuban, khususnya kalangan menengah ke bawah sudah jenuh dengan berbagai info corona dan sudah banyak yang tidak begitu perduli. Mereka beraktifitas dan bekerja seperti biasa.

Di sisi lain, Koko salah satu warga Tuban mengatakan, Kondisi pandemi tetap diperhatikan dan masyarakat menerapkan protokol kesehatan semampunya. Namun faktor ekonomi memang hal utama, itu yang menjadi tidak mungkin jika masyarakat harus dipaksa di rumah saja. Sedangkan Pemerintah juga tidak punya solusi kongkrit soal ekonomi masyarakat di tengah pandemi.

“Saya melihatnya ya ekonomi, kenapa angka corona di Tuban terus meningkat tapi warganya santai saja.

Coba aja lihat di pasar, biasa aja semua kerja, pakai masker juga kayak formalitas saja. Ada fasilitas cuci tangan, cek aja hanya berapa persen dari pengunjung pasar yang memanfaatkan itu,” kata Koko kepada awak media.

Sejumlah informasi yang dihimpun kabartuban.com menunjukan hal yang sama. Sejumlah acara pernikahan masih banyak digelar, di banyak desa tidak terlihat situasi pandemi, jarang warganya menggunakan masker dalam berbagai acara di desa, seperti kenduren, tahlilan, hingga sholat jumat di Masjid terlihat tidak jauh beda dengan kondisi tanpa corona.

“Kalau ditanya percaya nggak, ya warga percaya (Covid-19), tapi ya begitu biasa saja. Justru yang memprihatinkan itu banyak informasi warga desa yang sakit tapi tidak berani periksa atau ke Rumah Sakit karena takut divonis Covid, itu udah jadi omongan kemana – mana lho,” kata Lestari salah satu warga Tuban yang juga seorang Mahasiswa di salah satu PT di Tuban. (dil/im)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker