Masuk Musim Penghujan, Dinkes Himbau Masyarakat Waspada DB

363

kabartuban.com – Baru beberapa memasuki musim hujan tahun ini, sejumlah warga di bumi wali Tuban, sudah terdapat belasan orang dilaporkan terjangkit  Deman Berdarah Dengu (DBD)  mulai Bulan Oktober  ini.  jumlah tersebut masuk kategori tinggi karena musim hujan baru saja  mulai.

Oleh karena itu, pemerintah kabupaten (Pemkab) Tuban melalui Dinas Kesehatan setempat menghimbau warga untuk mewaspada  akan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk  pada pergantian  musim dari kemarau menuju musim hujan.

Hal ini seperti disampaikan Kepala dinas Kesehatan dr Saiful Hadi, usai menghadiri rapat paripurna di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerha (DPRD) Tuban jumat (29/11). Perubahan musim dengan intensitas hujan ringan sangat rawan Demam Berdarah. Karena pada fase ini, perkembangan nyamuk aides aidepti yang merupakan penyebab DB sangat tinggi.

“Satu ekor nyamuk bisa bertelur ribuan, jika ini menetas menjadi nyamuk dewasa yang terjangkit  dan mengigit orang  yang daya tahan tubuhnya tidak kuat akan menyebabkan DB.” Kata Saiful.

Menurut Dr Saiful, pihaknya saat ini sedang berkonsentrasi melakukan pencegahan dengan melakukan Foging di berbagi tempat yang ditengarai menjadi penyebaran penyakit ini, sebab pada musim hujan seperti sekarang ini penyebaran nyamuk DB cukup mudah.

”Genangan air dan kelembapan udara mempermudah nyamuk ini berkembang biak, dan perlu di ketahui,nyamuk aides tidak bertelur (berkembang) di air kotor akan tetapi di air bersih sekalipun,” jelas Saiful.

Hingga Oktober  tahun ini, jumlah kasus DB yang dilaporkan sebanyak 162 kasus, sedangkan pada tahun 2012 jumlahnya lebih tinggi yakni 187 kasus. Namun demikian menurut Dr Saiful,  jumlahitu bisa saja berubah karena ini baru memasuki musim penghujan dan masa penyebaranya baru mulai.

Sementara itu, terkait  jumlah korban jiwa akibat penyakit DB pada tahun ini, Saiful mengaku belum bisa memastikan, sebab informasi dari rumah sakit belum dia terima. “ kami belum menerima adanya korban DB tahun ini, jika ada informasi sebelumnya 1 orang meninggal itu kami tetap menunggu kepastian dari rumah sakit tempat pasien itu dirawat,” katanya.

Saiful juga menghibau kepada masyarakat, untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan,  hindari membuang sampah atau menyimpan barantg bekas  yang bisa digenangi air, karena itu akan menjadi sarang nyamuk.” Langkah paling baik adalah mlakukan pencegahan dengan cara 3M (mengubur, menutup dan menguras), karena mencegal lebih baik daripada mengobati,” pungkas  Saiful Hadi. (Kh)