kabartuban.com – Potensi banjir menjelang musim hujan di Kabupaten Tuban sangat tinggi, oleh sebab itu, memasuki bualn Oktober hingga Desember mendatang, Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Tuban menghimbau kepada petani untuk mengansuransikan tanamnanya.
“Menjelang musim pengujan, kami menghimbau kepada para petani agar ikut asuransi tanamannya untuk mengamankan usaha mereka,” terang Suparno, Kepala Bidang Tanaman dan Holtikultura, kepada kabartuban.com, Rabu (12/10/2016).
Masih terang Suparno, hingga saat ini baru sekitar 7.000 petani di Kabupaten Tuban yang ikut mengasuransikan tanmannya, padahal p[emerintah pusat sudah memberikan subsidi sebesar Rp144.000 perhektar dari total premi yang harus dibayarkan petani. Dengan begitu para petani hanya perlu membayar Rp36.000 saja per hektar.
“Hal ini sangat bermanfaat bagi petani, karean ketika musim banjir, petani akan mendapatkan kalaim asuransi sebesar Rp 3.000.000 per hektar, kalau tidak diasuransikan kegagalan tersebut akan ditanggung sendiri,” ungkapnya.
Dikatakan oleh Suparno, berdasarkan perkiraan dari Badan Meterologi Kimatolog dan Geofisika (BPMK) intensitas hujan dari sedang hingga lebat akan terjadi di Tuban, hal itu akan berpotensi banjir bandang maupun banjir genangan.
“Jadi sebagai daerah yang dilintasi aliran sungai bengawan solo, sejumlah kecamatan juga berpotensi menerima banjir kriman luapan sungai bengawan solo,” paparnya.
Suparno menambahkan, dengan ikut asuransi, petani tidak perlu dikhawatirkan lagi jika terjdi bnaji, sebab asuransi akan memberikan pertanggungjawaban. (har)
