Musim Kemarau Tertunda, Bengawan Solo Meluap dan Masih Menggenangi Empat Kecamatan Di Tuban

Kabartuban.com – Sungai Bengawan Solo kembali meluap setelah sempat surut. Luapan ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan, menyebabkan sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut kembali berstatus zona merah.

Akibatnya, sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban yang berada di sepanjang aliran Bengawan Solo terendam banjir. Berdasarkan pantauan, terdapat empat kecamatan terdampak banjir, yakni Rengel, Soko, Widang, dan Plumpang.

Di Kecamatan Rengel, lima desa terendam banjir, yaitu Karangtinoto, Kanorejo, Tambakrejo, Ngadirejo, dan Sawahan. Sementara di Kecamatan Soko, terdapat tujuh desa terdampak, yakni Kenongosari, Sandingrowo, Glagahsari, Pandanwangi, Kendangrejo, Simo, dan Menilo.

Kecamatan Widang mencatatkan tiga desa yang terendam, yakni Simorejo, Patihan, dan Ngadirejo. Adapun di Kecamatan Plumpang, banjir melanda Desa Kebomlati, Kedungsoko, dan Klotok.

Ahmad, warga Desa Kanorejo, mengaku kecewa karena banjir terjadi di tengah masa transisi musim.

“Seharusnya bulan Mei sudah masuk musim kemarau, tapi ini masih hujan. Beberapa petani cabai bahkan mengalami gagal panen,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sujarwo, warga Desa Karangtinoto. Ia mengaku terpaksa memanen padi lebih awal akibat sawahnya mulai tergenang air.

“Seharusnya panen dua pekan lagi, tapi karena banjir harus dipanen sekarang,” ucapnya.

Sujarwo menambahkan, banjir mulai menggenangi wilayahnya sejak Sabtu malam (17/5), termasuk area persawahan dan jalan poros desa.

“Ketinggian air di jalan penghubung desa antara 5 hingga 15 sentimeter,” jelasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji, membenarkan bahwa Sungai Bengawan Solo saat ini berstatus zona merah. Berdasarkan pantauan tinggi muka air (TMA) di wilayah Bojonegoro dan Padangan pada pukul 06.00 WIB, debit air kembali naik setelah sempat turun ke zona kuning.

“Permukaan air terus meningkat. Sejumlah jalan desa yang sebelumnya bisa dilalui kendaraan roda empat kini tidak bisa dilewati,” kata Sudarmaji pada Selasa (20/05/2025)

Ia menambahkan, jika debit air terus naik, BPBD telah menyiapkan skema evakuasi warga. Sementara itu, bantuan darurat tetap disalurkan untuk mendukung aktivitas harian masyarakat.

“Warga yang hendak ke pasar atau sekolah tapi tidak bisa menggunakan kendaraan bermotor akan dibantu menggunakan perahu,” pungkasnya.

BPBD mengimbau warga di sepanjang bantaran Bengawan Solo untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Masyarakat diminta tidak memaksakan diri melintasi genangan air yang dalam demi keselamatan. (fah)

Populer Minggu Ini

Petani Kerek Mengeluh, DPRD Tuban, Desak Pembenahan Sistem Pupuk Subsidi

kabartuban.com - Sejumlah petani di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban,...

Tanpa SLF, Hotel Lynn Tuban Terancam kena Sangsi

kabartuban.com - Operasional Hotel Lynn Tuban tengah menjadi sorotan...

Musim Tanam ke Dua, Petani Kerek Kembali Menjerit Soal Pupuk Subsidi

kabartuban.com - Sejumlah petani di Kecamatan Kerek mengeluhkan sulitnya...

Tak Ada Lagi Kordik di Tuban, Pengawasan Sekolah Dialihkan

kabartuban.com - Restrukturisasi birokrasi kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten Kabupaten...

Kontrak Tak Diperpanjang, 41 PPPK di Tuban Siap Gugat Pemkab ke PTUN

kabartuban.com - Nasib 41 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja...

Artikel Terkait