kabartuban.com – Di tengah meningkatnya arus wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 di Kabupaten Tuban, kondisi memprihatinkan justru terlihat di Wisata Pantai Kambang Putih. Destinasi yang terletak di belakang Terminal Baru Tuban, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, tersebut telah bertahun-tahun terbengkalai dan tidak lagi berfungsi sebagai objek wisata.
Pantai Kambang Putih yang mulai beroperasi sejak 2016 tersebut berhenti beraktivitas sejak pandemi Covid-19. Padahal, pada awal pengembangannya, kawasan ini sempat digadang-gadang sebagai salah satu destinasi unggulan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban.
Pantauan di lokasi pada Sabtu (3/1/2026), kondisi kawasan wisata terlihat memprihatinkan. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan parah, genteng ambrol, fasilitas wisata sudah mengalami kerusakan, serta area dipenuhi semak belukar. Suasana sepi dan sunyi semakin menegaskan bahwa objek wisata ini telah lama mangkrak.
Kerusakan sudah tampak sejak pintu masuk kawasan. Gapura besar bertuliskan “Selamat Datang di Wisata Kambang Putih Tuban” terlihat kusam dengan cat memudar dan dipenuhi tanaman liar yang menjalar di berbagai sisi dan hampir tidak keliatan.
Memasuki area dalam, kerusakan terlihat semakin parah. Hampir seluruh fasilitas wisata tidak lagi layak digunakan. Jika ingin diaktifkan kembali, kawasan ini diperkirakan membutuhkan anggaran revitalisasi yang tidak sedikit.
Berdasarkan sejumlah pemberitaan media lokal, Wisata Kambang Putih merupakan aset pariwisata milik Pemkab Tuban. Pada awal pengoperasiannya, pengelolaan sempat dilelang kepada CV Cahaya Ananta asal Pati, Jawa Tengah. Namun, belum genap dua tahun berjalan, investor tersebut menghentikan operasional karena sepinya pengunjung dan kerugian yang dialami.
Pengelolaan destinasi wisata tersebut kemudian beralih ke PT Surya Teknik sejak akhir 2017 hingga berakhirnya masa kontrak pada 2022. Namun hingga kini, aset wisata itu belum diserahkan kembali kepada Pemerintah Kabupaten Tuban. Salah satu kendalanya, pengelola sebelumnya masih memiliki persoalan administrasi yang belum diselesaikan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Tuban, Mohammad Emawan Putra, mengatakan pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kondisi Wisata Kambang Putih. Namun hingga saat ini, pihaknya masih menunggu proses serah terima dari pihak rekanan karena sejumlah persoalan administrasi belum tuntas.
“Kami masih menunggu. Ada hal-hal yang belum dibereskan oleh pengelola sebelumnya,” ujar Emawan saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, setelah proses serah terima selesai, Pemkab Tuban berencana menghidupkan kembali Wisata Kambang Putih. Ke depan, pengelolaan kawasan tersebut tidak menutup kemungkinan akan kembali melibatkan pihak swasta melalui skema kerja sama. (fah)
